16 Jun 2024
    Follow Us:  



Lokal

Waspada! Warga Bawean Jadi Korban Gendam Bermodus Pengobatan


Gambar ilustrasi

Di tengah pandemi virus corona ada saja ulah nakal pelaku kejahatan. Bermodus bisa memberikan pengobatan, pelaku gendam di pulau Bawean malah menghipnotis korban dan menggasak habis sejumlah uang beserta perhiasan di dalam rumahnya.

BACA JUGA : Tindakan Percepatan Pencegahan Covid-19 oleh Tim Kece MTS Mambaul Falah Tambak
Kejadian tersebut di alami oleh sejumlah warga Dusun Pettongbulung, Gunungteguh, Sangkapura tepat 10 hari setelah ramadhan berlangsung beberapa waktu lalu (5/5/2024).

Kejadian sudah lama memang, namun hal ini baru diketahui setelah adanya laporan dari Kepala Dusun Pettongbulung, Hasim terhadap Kepala Desa Gunungteguh, Abdul Haris.

Haris membenarkan adanya kejadian tersebut "Benar. Saya baru dapat laporan dari kasun Pettongbulung, tepatnya hari Rabu kemaren (17/6/2024)".

"Saya mau bilang gendam takut salah namun dari info yang saya dapat bahwa orang ini bermodus memberikan pengobatan terhadap orang yang sedang sakit. Dan terlihat tidak wajar karena menawarkan dengan biaya yang tinggi," ungkapnya.

"Dan saya belum memberikan laporan kepada pihak Kepolisian terkait kasus gendam, karena masih menunggu kronologis pasti kejadian ini," tegas Haris.

Haris menghimbau kepada warga Bawean agar lebih berhati-hati dalam menerima tamu. Menurutnya warga Bawean yang menjadi target korban biasanya adalah wanita yang ditinggal suaminya ke luar negeri sehingga tidak ada orang laki-laki di dalam rumahnya, selain itu juga biasanya yang suaminya sakit.

Info Beredar di Masyarakat

Kabar ini viral tersebar lewat media sosial Whatsapp group, dengan pemberitaan agar warga Bawean berhati-hati terhadap kasus kejahatan gendam di pulau Bawean Desa Gunung Teguh, terutama terhadap orang yang menawarkan sesuatu.

Dan tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa berita tersebut adalah berita hoax.


Kronologis Korban Gendam

Nasib buruk di alami "I" (31) nama inisial, warga Pettongbulung, Gunungteguh, Sangkapura. Ia jadi korban gendam dan kehilangan cincin emas besar miliknya.

Korban yang tengah santai di teras rumahnya tiba-tiba saja kedatangan dua orang laki-laki yang mengaku tidak tahan ingin buang air kecil.

"Orang tersebut permisi sama saya ingin numpang buang air kecil. Ya saya persilahkan," tutur "I" kepada baweantoday.com.

"I" menambahkan, setelah itu kedua orang tersebut bertamu sebentar sembari ngobrol basa basi.

Dan kemudian saya tidak sadar bagaimana kejadian selanjutnya. Yang akhirnya korban harus kehilangan cincin emas besar miliknya.

Naasnya keesokan harinya "I" sempat melihat pelaku masih berkeliaran di lingkungan tersebut, namun karena takut "I" enggan untuk melapor ataupun menceritakan kejadian tersebut.

Korban selanjutnya berinisial "F" (42) nama inisial, yang merupakan tetangga korban.

Korban harus kehilangan uang puluhan juta miliknya setelah ditelpon oleh orang tak dikenal.

"F" mengaku sempat di iming-imingi uang dalam jumlah besar. Yang kemudian "F" harus mentrasfer sejumlah uang terlebih dahulu.

BACA JUGA : Desa Sawahmulya Sangkapura Sudah Mulai Membagikan BLT-JPS Untuk Warga Terdampak Covid-19
"Sampai tiga kali saya transfer. Kemudian saya baru sadar bercampur bingung kalau saya sudah ditipu," ungkapnya.

Dari informasi yang berhasil baweantoday.com himpun masih ada 1 korban lagi yang mengaku mengalami kejadian serupa. hanya korban meminta agar hal tersebut tidak diberitakan.

Namun, dari total kerugian yang diderita korban gendam ini mencapai angka puluhan juta Rupiah termasuk harta perhiasan.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment