24 Mei 2022
    Follow Us:  



Sirah Nabawiyah

Kisah Perjalanan Hidup Manusia Agung Rasulullah Muhammad SAW, Sirah Nabawiyah Bagian 35


Kisah Nabi Muhammad SAW

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan akan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzaab: 21)

KISAH RASULULLAH

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Bagian 35

Kafan dan Persemayaman Tubuh Mulia ke Pembaringan Terakhir

Telah timbul selisih pendapat di antara para sahabat sebelum mengafani, mengenai siapa yang akan ditunjuk menjadi khalifah. Pembahasan dan perdebatan terjadi di antara kaum Muhajirin dan Anshor di halaman rumah Bani Sa'adah, yang akhirnya mereka semua setuju melantik Abu Bakar sebagai khalifah Rasulullah. Pembahasan dan perdebatan ini memakan waktu hingga petang di hari Senin, bahkan sampai masuk ke malam berikutnya, menyebabkan semua orang sibuk.

Pemakaman tubuh Rasulullah tertunda hingga ke malam Selasa bahkan hingga menjelang subuh hari berikut, tubuh Rasulullah yang penuh berkah itu terletak di tempat tidurnya, tertutup dengan kain menyebabkan ahli keluarga Rasulullah menutup pintu rumahnya.

Pada hari Selasa barulah tubuh Rasulullah dimandikan, tanpa membuka bajunya, mereka yang bertugas memandikan Rasulullah adalah Abbas, Ali, Fadhl dan Qatham (anak Abbas), Syaqran (hamba Rasulullah), Usamah bin Zaid dan Aus bin Khawli.

Abbas, Fadhl dan Qatham membalikkan badan Rasulullah, Usamah dan Syaqran menyiramkan air, Ali menggosoknya sedang Aus menyandarkan Rasulullah ke dadanya.

Kemudian mereka semua mengafani tubuh Rasulullah dengan tiga lapis kain kafan berwarna putih tenunan dari Yaman, tidak berbaju atau berserban. Pengafanannya dilakukan dengan cermat dan hemat.

Terjadi perbedaan pendapat lagi mengenai tempat pemakaman jenazah Rasulullah .

Abu Bakar berdiri dan berkata: "Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah pernah berkata: Tidak dimatikan - nabi kecuali di tempat itulah ia disemayamkan".

Karena itu maka Abu Talhah pun mengangkat tempat tidur Rasulullah dan menggalinya untuk liang lahad sebagai tempat penguburan.

Sebelum penggalian, kaum muslimin datang masuk membanjiri ke kamar Rasulullah dengan bergantian sepuluh, sepuluh, untuk menunaikan sholat jenazah, masing-masing tanpa imam. Sebelumnya, keluarga Rasulullah telah menyolati almarhum, kemudian Muhajirin lalu diikuti oleh Anshor.

Kaum wanita sholat setelah kaum lelaki selesai, dan diakhiri oleh remaja dan anak-anak.

Kesemuanya ini diselenggarakan pada hari selasa sehari penuh, bahkan hingga ke malam Rabu.

Kata Aisyah: "Kami tidak menyadari akan pemakamannya, kecuali setelah kami mendengar suara cangkul menggali tanah di tengah malam yakni malam Rabu.

Muhammad Nabi Yang Terakhir

Nabi Muhammad adalah Nabi yang terakhir dan tidak akan ada Nabi setelahnya. Ini adalah kesepakatan umat Islam (ijma'). Di dalam agama pun merupakan hal yang harus dipercayai ('Aqidah).

Hadits Nabi:

"Aku dan Para nabi sebelumku 'ibarat satu bangunan yang dibangun oleh seorang laki-laki. Lalu ia memeliharanya dengan baik dan terus disempurnakan kecuali tempat sekeping batu-bata pada suatu sudut. Maka orang banyak datang mengelilinginya dan kagum melihat dan berkata mengapa tidak diletakkan sepotong batu-bata di tempat yang kosong itu, maka akulah batu-bata itu dan akulah yang paling akhir dari segala Nabi".

Ada kesinambungan dakwah Nabi Muhammad dengan dakwah para Para nabi sebelumnya, Muhammad sebagai nabi terakhir melengkapi dakwah yang dilakukan oleh nabi-nabi sebelumnya, sebagaimana Hadits di atas. Ini jelas sekali bila melihat dakwah para nabi.

Semua Para nabi menyandarkan dua asas penting ini:

  1. 'Aqidah kepercayaan.
  2. Hukum dan akhlaq.
Dari segi aqidah kepercayaan tidak berubah sejak Nabi Adam 'Alaihi Sallam sampai ke zaman Nabi Muhammad , Nabi yang terakhir, yaitu

kepercayaan kepada Allah Yang Esa. Mensucikan Allah dan percaya akan hari akhirat, hisab amalan manusia, syurga dan neraka.

Setiap Nabi menyeru kaumnya pada kepercayaan tersebut dan tiap Nabi juga membantu dan menegaskan apa yang dibawa oleh Nabi yang terdahulu.

Seluruh rangkaian utusan para nabi, semuanya menunjukkan kepada kita bahwa semua nabi di utus agar menyeru manusia kepada keimanan dengan Allah عز وجل Yang Esa, seperti yang dinyatakan dalam kitabnya:

شَرَعَ لَکُمۡ مِّنَ الدِّیۡنِ مَا وَصّٰی بِہٖ نُوۡحًا وَّ الَّذِیۡۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡکَ وَ مَا وَصَّیۡنَا بِہٖۤ اِبۡرٰہِیۡمَ وَ مُوۡسٰی وَ عِیۡسٰۤی اَنۡ اَقِیۡمُوا الدِّیۡنَ وَ لَا تَتَفَرَّقُوۡا فِیۡہِ ؕ کَبُرَ عَلَی الۡمُشۡرِکِیۡنَ مَا تَدۡعُوۡہُمۡ اِلَیۡہِ ؕ اَللّٰہُ یَجۡتَبِیۡۤ اِلَیۡہِ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَہۡدِیۡۤ اِلَیۡہِ مَنۡ یُّنِیۡبُ

Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).

{Asy-Syura (الشورى) / 42:13}

Sehingga tergambar kepada kita bahwa para nabi itu tidak akan menyampaikan aqidah yang berlainan di antara satu dengan yang lain. Karena soal aqidah adalah soal wahyu.

Hukum (ahkam) bertujuan mengatur kehidupan manusia di dalam masyarakat. serta berguna bagi manusia. untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Utusan Allah yang terdahulu hanya diperuntukkan kaumnya saja, bukan utusan untuk seluruh manusia.

Apa yang dibawa oleh Nabi 'Isa lebih sederhana dari apa yang dibawa oleh Nabi Musa. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam kitab Alquran:

وَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَیۡنَیَدَیَّ مِنَ التَّوۡرٰىۃِ وَ لِاُحِلَّ لَکُمۡ بَعۡضَ الَّذِیۡ حُرِّمَ عَلَیۡکُمۡ وَ جِئۡتُکُمۡ بِاٰیَۃٍ مِّنۡ رَّبِّکُمۡ ۟ فَاتَّقُوا اللّٰہَ وَ اَطِیۡعُوۡنِ

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

{Ali 'Imran: 3: 50}


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Rasulullah Nabi Terakhir

Apa yang dibawa oleh Nabi  'Isa adalah membenarkan dan menegaskan apa yang tedapat pada Taurat mengenai soal aqidah dan kepercayaan, dan yang bersangkut paut dengan hukum adat sedikit perubahan yaitu kelonggaran dari yang dahulu.


Kepercayaan dan aqidah yang dibawa oleh seorang Nabi berfungsi menguatkan dan mendukung aqidah para nabi yang terdahulu.

Sedangkan syari'at fungsinya membatalkan dan mengganti syari'at para nabi sebelumnya dan kadang kalanya mendukung yang lama.

Karenanya agama dan aqidah Ilahi hanya satu, sebaliknya ada berbagai syari'at Ilahi yang kemudian menggantikan syari'at yang dahulu (yang baru membatalkan yang lama), dengan syari'at terakhir yang diakhiri oleh Nabi yang terakhir.

'Aqidah dan agama yang benar itu hanya satu. Tiap Nabi dan Rasul yang diutus mulai dari Adam عليهالسلم hingga ke Nabi Muhammad semuanya menyeru manusia kepada agama yang satu yaitu agama Islam.

Karena Islam, maka diutus Ibrahim, Isma'il dan Ya'qub عليهالسلم seperti firman Allah سُبْحَانَهُوَتَعَالَى :

 

وَمَنۡیَّرۡغَبُعَنۡمِّلَّۃِاِبۡرٰہٖمَاِلَّامَنۡسَفِہَنَفۡسَہٗ ؕ وَلَقَدِاصۡطَفَیۡنٰہُفِیالدُّنۡیَا ۚ وَاِنَّہٗ فِیالۡاٰخِرَۃِلَمِنَالصّٰلِحِیۡنَ

"Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh." {Al-Baqarah (البقرة) / 2:130}

 

اِذۡقَالَلَہٗ رَبُّہٗۤاَسۡلِمۡ ۙ قَالَاَسۡلَمۡتُلِرَبِّالۡعٰلَمِیۡنَ

"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". {Al-Baqarah (البقرة) / 2:131}

 

وَوَصّٰیبِہَاۤاِبۡرٰہٖمُبَنِیۡہِوَیَعۡقُوۡبُ ؕ یٰبَنِیَّاِنَّاللّٰہَاصۡطَفٰیلَکُمُالدِّیۡنَفَلَاتَمُوۡتُنَّاِلَّاوَاَنۡتُمۡمُّسۡلِمُوۡنَ

"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". {Al-Baqarah (البقرة) / 2:132}

Dengan aqidah inilah juga Allah mengutus Nabi Musa kepada keturunan Israel di mana Allah telah menceritakan tentang ahli sihir Fir'aun yang telah beriman dengan Nabi Musa.

 

Firman Allah سُبْحَانَهُوَتَعَالَى :

 

قَالُوۡۤااِنَّاۤاِلٰیرَبِّنَامُنۡقَلِبُوۡنَ

"Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali." {Al-A'raf (الأعراف) / 7:125}

 

وَمَاتَنۡقِمُمِنَّاۤاِلَّاۤاَنۡاٰمَنَّابِاٰیٰتِرَبِّنَالَمَّاجَآءَتۡنَا ؕ رَبَّنَاۤاَفۡرِغۡعَلَیۡنَاصَبۡرًاوَّتَوَفَّنَامُسۡلِمِیۡنَ

"Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Islam (kepada-Mu)". {Al-A'raf (الأعراف) / 7:126}

 

Dengan aqidah ini jugalah Tuhan mengutus 'Isa 'Alaihisallam, Tuhan telah menceritakan tentang kaumnya yang telah beriman dengan ajaran yang dibawanya.

Firman Allah سُبْحَانَهُوَتَعَالَى :

 

فَلَمَّاۤاَحَسَّعِیۡسٰیمِنۡہُمُالۡکُفۡرَقَالَمَنۡاَنۡصَارِیۡۤاِلَیاللّٰهِ ؕ قَالَالۡحَوَارِیُّوۡنَنَحۡنُاَنۡصَارُاللّٰهِ ۚ اٰمَنَّابِاللّٰهِ ۚ وَاشۡہَدۡبِاَنَّامُسۡلِمُوۡنَ

"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang Muslim." {Ali 'Imran (آلعمران) / 3:52}

 

اِنَّالدِّیۡنَعِنۡدَاللّٰہِالۡاِسۡلَامُ ۟ وَمَااخۡتَلَفَالَّذِیۡنَاُوۡتُواالۡکِتٰبَاِلَّامِنۡۢبَعۡدِمَاجَآءَہُمُالۡعِلۡمُبَغۡیًۢابَیۡنَہُمۡ ؕ وَمَنۡیَّکۡفُرۡبِاٰیٰتِاللّٰہِفَاِنَّاللّٰہَسَرِیۡعُالۡحِسَابِ

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya." {Ali 'Imran (آلعمران) / 3:19}

Dan tegas Allah سُبْحَانَهُوَتَعَالَى dalam surah Syura :

 

شَرَعَلَکُمۡمِّنَالدِّیۡنِمَاوَصّٰیبِہٖ نُوۡحًاوَّالَّذِیۡۤاَوۡحَیۡنَاۤاِلَیۡکَ

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu" {Asy-Syura (الشورى) / 42:13}

 

وَمَاتَفَرَّقُوۡۤااِلَّامِنۡۢبَعۡدِمَاجَآءَہُمُالۡعِلۡمُبَغۡیًۢابَیۡنَہُمۡ ؕ وَلَوۡلَاکَلِمَۃٌسَبَقَتۡمِنۡرَّبِّکَاِلٰۤیاَجَلٍمُّسَمًّیلَّقُضِیَبَیۡنَہُمۡ ؕ وَاِنَّالَّذِیۡنَاُوۡرِثُواالۡکِتٰبَمِنۡۢبَعۡدِہِمۡلَفِیۡشَکٍّمِّنۡہُمُرِیۡبٍ

"Dan mereka (ahlikitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu." {Asy-Syura (الشورى) / 42:14}

 

Para nabi diutus bersama-sama mereka yang Islam, agama yang diakui oleh Allah. Ahli Kitab mengetahui bahwa agama itu satu dan diutus nabi-nabi untuk memberi dukungan kepada nabi-nabi yang terdahulu.

- TAMAT -




Sirah Nabawiyah TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment