24 Mei 2022
    Follow Us:  



Sirah Nabawiyah

Kisah Perjalanan Hidup Manusia Agung Rasulullah Muhammad SAW, Sirah Nabawiyah Bagian 33


Kisah Nabi Muhammad SAW

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

KISAH RASULULLAH

Bagian 33

Firasat Perpisahan

Setelah Dakwah Islamiah sempurna dan Islam menguasai keadaan maka tanda-tanda dan bahasa-bahasa pengucapan selamat tinggal kepada dunia dan kepada manusia mulai nampak di dalam ungkapan-ungkapan dan ucapan-ucapan Rasulullah melalui perkataan dan perbuatannya.

Di dalam bulan Ramadhan tahun kesepuluh Hijriah, Rasulullah beriktikaf di masjid selama dua puluh hari, sedang sebelumnya hanya sepuluh hari.

Di waktu itu Jibril عليهالسلم mendatangi Rasulullah untuk mengulang tadarus Alquran sebanyak dua kali.

Di dalam Hajji Wada' Rasulullah telah menyebut:

"Sebenarnya kemungkinan aku tidak akan bertemu kamu lagi setelah pertemuan kita di tahun ini".

Ketika di Jamrah Aqabah Rasulullah berkata:

"Ambillah ibadah haji ini dariku, bisa jadi aku tidak akan mengerjakan haji lagi setelah tahun ini".

Surah Nasr turun di pertengahan hari-hari tasyrik, dari surat tersebut Rasulullah mengetahui bahwa itu adalah ucapan selamat tinggal dan pemberitahuan tentang kematian beliau.

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." {An-Nasr (النصر) / 110:1 s/d 3}

 

Di permulaan Safar tahun sebelas (11) Hijriah Rasulullah keluar menuju ke Uhud, Rasulullah sholat untuk para syuhada' sebagai ucapan selamat tinggal kepada semua yang hidup dan yang mati, dari Uhud Rasulullah kembali ke masjid naik ke atas mimbar dan bersabda:

"Sesungguhnya aku telah berbuat keras kepadamu, sesungguhnya aku adalah melihat kamu semua, demi Allah waktu ini aku sedang menyaksikan kolam airku (kurnia Rasulullah di hari perkiraan), aku telah diberi kunci khazanah kekayaan bumi atau kunci-kunci bumi, dan sesungguhnya aku tidak takut kamu menyekutukan Allah setelah kematianku, tetapi aku takut kamu berlomba-lomba karena dunia".

Di suatu malam Rasulullah keluar menuju kepemakaman Baqi', di sana Rasulullah memohon ampunan untuk penghuni di kubur dengan doa beliau:

"Assalamulaikum wahai penghuni kubur, tenanglah kamu, pada apa yang terjadi padamu, dengan apa yang terjadi pada orang lain, kini fitnah telah mulai tiba, bagai malam yang gelap pekat, ujungnnya menyusul permulaannya, ujungnya lebih buruk dari permulaannya".

Di sini Rasulullah menyampaikan berita gembira kepada mereka, dengan sabda beliau:

"Sesungguhnya aku menyusul datang setelah kamu"

Permulaan Sakit

Di hari kedua puluh sembilan (29) bulan Safar tahun kesebelas (11) Hijriah, pada hari Senin, Rasulullah berkesempatan menghadiri pemakaman jenazah di Baqi'. Di pertengahan jalan sekembalinya dari Baqi', Rasulullah merasa sakit kepala, panasnya terlalu tinggi, orang di sekitar Rasulullah ikut merasakan panasnya, terutama di atas kain balutan di kepala Rasulullah yang mulia itu.

Namun demikian Rasulullah kemudian sholat dengan para kaum muslimin dalam keadaan Rasulullah mengalami kesakitan untuk selama sebelas hari, sedang keseluruhan hari sakit Rasulullah tiga belas (13) hari.

Pekan Terakhir

Sakit Rasulullah semakin berat, isteri-isterinya berkata:

"giliranku besok? giliranku besok?".

Akhirnya, semuanya memahami keadaan Rasulullah, karena itu Rasulullah dipersilakan untuk duduk saja.

Kemudian Rasulullah minta berpindah kerumah Aisyah, Rasulullah berjalan di papah antara Fadlu bin Abbas dan Ali bin Abi Talib, sedang kepala Rasulullah masih tertutup dengan kain, menapakkan kakinya selangkah demi selangkah sampai Rasulullah memasuki rumah Aisyah, di situ Rasulullah menghabiskan sisa umurnya yang sepekan itu.

Aisyah رضياللهعنها kemudian membaca surah-surah Muawwizah, dan doa-doa lain yang dia terima dari Rasulullah. Dia meniupkannya kebadan Rasulullah dan mengusap dengan tangan Rasulullah untuk mendapatkan keberkatan.

Lima hari sebelum meninggal

Pada hari Rabu yaitu lima hari sebelum meninggal, panas badan Rasulullah semakin meningkat,  Rasulullah semakin bertambah sakit dan pening, menyebabkan Rasulullah meminta dengan sabdanya:

"Siramkan kepadaku tujuh gayung air dari berbagai telaga agar aku dapat keluar menemui orang banyak dan aku bisa bertemu dengan mereka".

Sahabat-sahabat yang hadir di situ membiarkan Rasulullah duduk di atas tikar kemudian mereka mencucuri air keseluruh badan Rasuiullah, hingga Rasuiullah berkata: "cukup, cukup".

Pada saat itu Rasulullah merasa sakitnya berkurang, kemudian Rasulullah memasuki Masjid sedang kepalanya masih terbalut dengan kain, lalu Rasulullah duduk di atas mimbar dan menyampaikan kata-kata kepada orang banyak.

Ketika itu para sahabat dan khalayak pun mengerumuni, kemudian Rasulullah bersabda:

"Laknat Allah kepada kaum Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah"

Dalamriwayat yang lain :

"Allah mengutuk bangsa Yahudi dan Nasrani yang telah menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah"

dan sabdanya:

"Jangan sekali-kali kamu menjadikan kuburku sebagai berhala yang disembah"

Tidak lupa Rasulullah menawarkan kepada khalayak untuk menuntut bela kepada dirinya dengan berkata:

"Siapa di antara kamu yang telah aku pukul belakangnya, ini belakangku siap untuk menerima balas pemukulan, dan siapa pun yang telah aku caci maki harga dirinya, nah ini dia harga diriku siap, untuk yang menuntut balas".

Kemudian Rasulullah turun dari minbar dan menunaikan sholat Dzuhur dan kembali duduk di atas mimbar mengulangi soal pembalasan dan yang lain-lain hingga salah seorang yang hadir berkata:

"Rasulullah telah berhutang dari aku sebanyak tiga dirham yang belum jelas"

Maka kata Rasulullah: "Fadhl! Jelaskan kepadanya".

Kemudian Rasulullah mewasiatkan dan berpesan kepada orang-orang Anshor dengan sabda beliau :

"Aku berpesan kepada kamu sekalian, bersikap baiklah terhadap Anshor, mereka itu adalah perut dan bekal untukku, mereka telah melaksanakan kewajiban mereka, yang belum terlaksana adalah hak mereka. Untuk itu balaslah kebaikan mereka dan beri maaf kesalahan mereka"

Beliau pula:

"Sesungguhnya aku ini seorang hamba Allah yang telah diberi pilihan untuk menerima kemewahan dunia secukupnya atau memilih kedudukan di sisi-Nya, di sini aku telah memilih kedudukan di sisi-Nya"

Kemudian Rasulullah  pun berkata pula:


"Sesungguhnya orang yang paling selamat dalam bersahabat dan juga merupakan hartaku adalah Abu Bakar, seandainya aku harus mengambil teman selain dari Allah niscaya akumemilih Abu Bakar. tetapi dia adalah saudara, dan mempunyai hubungan dekat di dalam Islam, karena itu semua pintu rumah ke masjid harus ditutup kecuali pintu rumah Abu Bakar."


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Sebelum Meninggal

Di hari Khamis yaitu empat hari sebelum meninggal, sakit Rasulullah semakin berat, Rasulullah meminta:

"Tolong bawa ke mari alat tulis, aku akan menulis untukmu wasiat, dengan wasiat itu kamu tidak akan sesat setelah itu".

Di dalam rumah ketika itu ada beberapa sahabat di antara mereka adalah Umar Ibn Khattab, dan dia berkata :

"Kini Rasulullah mengalami kesakitan yang dahsyat, bukankah sudah ada Alquran, sudah cukup dengan kita kitab Allah itu".

Ahli keluarga Rasulullah berselisih pendapat, di antara mereka mengatakan :

"Ayo berikan sesuatu untuk Rasulullah tulis".

Dan di antara mereka ada juga mengatakan sebagaimana pendapat Umar. Hingga terjadi silang pendapat di antara mereka, kemudian Rasulullah berkata:

"Ayo! Kamu semua keluar dari sini".

Di hari itu Rasulullah membuat tiga wasiat yaitu:

  • Rasulullah berpesan agar kaum Yahudi, Nasrani dan Musyrikin di keluarkan dari Semenanjung Tanah Arab, selanjutnya
  • Rasulullah berpesan agar membenarkan kedatangan para perwakilan sebagaimana yang pernah Rasulullah lakukan.
  • Adapun wasiat yang ketiga agar berpegang dengan kitab Allah dan sunnah Rasulullah ,  meneruskan pengiriman tentara Islam pimpinan Usamah,  dan perintah untuk sholat dan membuat hubungan baik dengan sesama umat.
Walaupun nabi dalam keadaan sakit namun Rasulullah kemudian sholat, menjadi imam sholat berjamaah, Di hari itu Rasulullah sholat maghrib dengan membaca surah "Mursalat".

Ketika waktu sholat Isya' sakit Rasulullah bertambah berat, menyebabkan Rasulullah tidak berdaya untuk keluar ke masjid, kata Aisyah:

Rasulullah bersabda:

"Apakah orang-orang sudah sholat?".

Kata kami:

"Tidak wahai Rasulullah, mereka semua sedang menunggu paduka".

Kata Rasulullah lagi :

"Sediakan air di dalam panci itu".

Kami pun melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah, dengan air itu Rasulullah pun bersuci, dan berdiri namun Rasulullah kemudian setengah pingsan kemudian masih bertanya pula:

"Apakah orang-orang sudah sholat."

Kejadian pingsan ini berulang kali terjadi seperti yang pertama yaitu setelah Rasulullah bersuci, akhirnya Rasulullah menyuruh Abu Bakar mengimami sholat orang banyak.

Abu Bakar pun melaksanakan perintah Rasulullah mengimami orang banyak untuk hari-hari itu sebanyak tujuh belas (17) waktu sholat, ketika Rasulullah masih hidup.

Aisyah telah meminta Rasulullah memberikan petunjuknya, agar imam masjid bisa dilakukan orang lain, agar orang banyak tidak mempunyai anggapan tidak baik, namun Rasulullah tetap menolak dan berkata:

"Kamu semua adalah wanita-wanita pencinta Yusuf, banyak berdalih, ayo suruh Abu Bakar sholat menjadi imam."

Sehari Sebelum Wafat

Di hari Ahad nabi merasa dirinya ringan sedikit, kemudian Rasulullah keluar dengan dibantu oleh dua orang untuk sholat Dzuhur, sedang Abu Bakar menjadi imam sholat untuk orang banyak. Ketika Abu Bakar menjadi imam, terlihat Rasulullah mundur ke belakang, tetapi Rasulullah memberi isyarat agar dia jangan mundur, Rasulullah menyuruh dua orang yang membantu Rasulullah agar mendudukkan Rasulullah sebelah Abu Bakar, mereka berdua pun mendudukkan Rasulullah di sebelah kiri Abu Bakar, dan Abu Bakar mengikuti (beriqtida') dengan Rasulullah di dalam sholatnya, di samping memper dengarkan takbir-takbir kepada para jamaah.

Pada hari Ahad yaitu sehari sebelum wafat, Rasulullah memerdekakan semua hamba sahaya, bersedekah dengan tujuh dinar yang Rasulullah miliki pada saat itu, semua senjata-senjatanya diberikan kepada kaum muslimin. Pada malam hari Aisyah meminjam minyak untuk menghidupkan lampu dari tetangganya, baju besi Rasulullah tergadai pada seorang Yahudi sebesar tiga puluh (30) cupak.

Hari Terakhir dalam Hayat Rasulullah

Anas bin Malik meriwayatkan:

Semua kaum muslimin yang sedang sholat Subuh di belakang Abu Bakar di hari Senin itu dikejut oleh kemunculan Rasulullah dari sebelah tabir kamar Aisyah Rasulullah melihat dan memberi senyumannya, Abu Bakar pun mundur ke belakang untuk menyertai barisan di belakang, karena dia menyangka Rasulullah akan keluar sholat.

Kata Anas lagi:

Hampir-hampir para jamaah sholat terpesona, mereka gembira melihat Rasulullah , namun Rasulullah memberi isyarat kepada mereka agar meneruskan sholat. Setelah itu Rasulullah melepaskan tabir dan masuk ke dalam. Kemudian Rasulullah tidak memiliki kesempatan lagi untuk sholat lima waktu yang lain.

Ketika siang semakin cerah Rasulullah menjemput Fatimah dan berbisik kepadanya,  yang menyebabkan Fatimah menangis, setelah itu Rasulullah memanggil Fatimah lagi dan membisikkan sesuatu lagi kepadanya, bisikan yang kedua menyebabkan Fatimah tersenyum,

kemudian Aisyah berkata: Kami pun bertanya apa ceritanya?

Jawab Fatimah:

"Rasulullah membisikkan bahwa Allah akan menjemputnya melalui sakit yang Rasulullah alami ini, itulah yang membawa aku menangis, pada kali kedua Rasulullah membisikkan bahwa aku ahli keluarganya yang diwafatkan Allah setelah Rasulullah, itulah yang menyebabkan aku tersenyum".

Selain itu Rasulullah juga memberi kabar gembira (tabsyir) kepada Fatimah bahwa dia adalah Nisa' 'Alamin (Penghulu Wanita Dunia).

Fatimah melihat beban kesakitan dialami oleh Rasulullah terlalu berat. Dia berkata:

"Alangkah berat cobaan bapak".

Jawab Rasulullah :

"Tidak ada cobaan lagi untuk bapakmu setelah hari ini".

Di saat ini Rasulullah memanggil Hasan dan Husain dan Rasulullah mencium keduanya sambil berwasiat kepada mereka berdua dengan kebaikan, kemudian Rasulullah menjemput isteri-isterinya, menasihati dan memperingatkan mereka.

Kesakitan semakin bertambah, dan kesan racun sebagaimana yang dirasakan Rasulullah sebagaimana di hari Khaibar, menyebabkan Rasulullah berkata:

"Wahai Aisyah kini aku masih terasa sakit seperti makanan di hari Khaibar dahulu, inilah waktunya aku merasakan nafasku sesak terputus-putus karena kesan racun".

Rasulullah mewasiatkan orang banyak dengan sabda beliau :

"Sholat, sholat dan berbuat baiklah kepada hamba sahaya milik kamu".

Rasulullah mengulangi ungkapan ini berkali-kali.

 

Bersambung...




Sirah Nabawiyah TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment