Kisah Nabi Muhammad SAW
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
KISAH RASULULLAH ﷺ
Bagian 33 Firasat Perpisahan Setelah Dakwah Islamiah sempurna dan Islam menguasai keadaan maka tanda-tanda dan bahasa-bahasa pengucapan selamat tinggal kepada dunia dan kepada manusia mulai nampak di dalam ungkapan-ungkapan dan ucapan-ucapan Rasulullahﷺ melalui perkataan dan perbuatannya. Di dalam bulan Ramadhan tahun kesepuluh Hijriah, Rasulullahﷺ beriktikaf di masjid selama dua puluh hari, sedang sebelumnya hanya sepuluh hari. Di waktu itu Jibril عليهالسلم mendatangi Rasulullahﷺ untuk mengulang tadarus Alquran sebanyak dua kali. Di dalam Hajji Wada' Rasulullahﷺ telah menyebut: "Sebenarnya kemungkinan aku tidak akan bertemu kamu lagi setelah pertemuan kita di tahun ini". Ketika di Jamrah Aqabah Rasulullahﷺ berkata: "Ambillah ibadah haji ini dariku, bisa jadi aku tidak akan mengerjakan haji lagi setelah tahun ini". Surah Nasr turun di pertengahan hari-hari tasyrik, dari surat tersebut Rasulullahﷺ mengetahui bahwa itu adalah ucapan selamat tinggal dan pemberitahuan tentang kematian beliauﷺ. "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat." {An-Nasr (النصر) / 110:1 s/d 3} Di permulaan Safar tahun sebelas (11) Hijriah Rasulullahﷺ keluar menuju ke Uhud, Rasulullahﷺ sholat untuk para syuhada' sebagai ucapan selamat tinggal kepada semua yang hidup dan yang mati, dari Uhud Rasulullahﷺ kembali ke masjid naik ke atas mimbar dan bersabda: "Sesungguhnya aku telah berbuat keras kepadamu, sesungguhnya aku adalah melihat kamu semua, demi Allah waktu ini aku sedang menyaksikan kolam airku (kurnia Rasulullah di hari perkiraan), aku telah diberi kunci khazanah kekayaan bumi atau kunci-kunci bumi, dan sesungguhnya aku tidak takut kamu menyekutukan Allah setelah kematianku, tetapi aku takut kamu berlomba-lomba karena dunia". Di suatu malam Rasulullahﷺ keluar menuju kepemakaman Baqi', di sana Rasulullahﷺ memohon ampunan untuk penghuni di kubur dengan doa beliauﷺ: "Assalamulaikum wahai penghuni kubur, tenanglah kamu, pada apa yang terjadi padamu, dengan apa yang terjadi pada orang lain, kini fitnah telah mulai tiba, bagai malam yang gelap pekat, ujungnnya menyusul permulaannya, ujungnya lebih buruk dari permulaannya". Di sini Rasulullahﷺ menyampaikan berita gembira kepada mereka, dengan sabda beliauﷺ: "Sesungguhnya aku menyusul datang setelah kamu" Permulaan Sakit Di hari kedua puluh sembilan (29) bulan Safar tahun kesebelas (11) Hijriah, pada hari Senin, Rasulullahﷺ berkesempatan menghadiri pemakaman jenazah di Baqi'. Di pertengahan jalan sekembalinya dari Baqi', Rasulullahﷺ merasa sakit kepala, panasnya terlalu tinggi, orang di sekitar Rasulullahﷺ ikut merasakan panasnya, terutama di atas kain balutan di kepala Rasulullahﷺ yang mulia itu. Namun demikian Rasulullahﷺ kemudian sholat dengan para kaum muslimin dalam keadaan Rasulullahﷺ mengalami kesakitan untuk selama sebelas hari, sedang keseluruhan hari sakit Rasulullahﷺ tiga belas (13) hari. Pekan Terakhir Sakit Rasulullahﷺ semakin berat, isteri-isterinya berkata: "giliranku besok? giliranku besok?". Akhirnya, semuanya memahami keadaan Rasulullahﷺ, karena itu Rasulullahﷺ dipersilakan untuk duduk saja. Kemudian Rasulullahﷺ minta berpindah kerumah Aisyah, Rasulullahﷺ berjalan di papah antara Fadlu bin Abbas dan Ali bin Abi Talib, sedang kepala Rasulullahﷺ masih tertutup dengan kain, menapakkan kakinya selangkah demi selangkah sampai Rasulullahﷺ memasuki rumah Aisyah, di situ Rasulullahﷺ menghabiskan sisa umurnya yang sepekan itu. Aisyah رضياللهعنها kemudian membaca surah-surah Muawwizah, dan doa-doa lain yang dia terima dari Rasulullahﷺ. Dia meniupkannya kebadan Rasulullahﷺ dan mengusap dengan tangan Rasulullahﷺ untuk mendapatkan keberkatan. Lima hari sebelum meninggal Pada hari Rabu yaitu lima hari sebelum meninggal, panas badan Rasulullahﷺ semakin meningkat, Rasulullahﷺ semakin bertambah sakit dan pening, menyebabkan Rasulullahﷺ meminta dengan sabdanya: "Siramkan kepadaku tujuh gayung air dari berbagai telaga agar aku dapat keluar menemui orang banyak dan aku bisa bertemu dengan mereka". Sahabat-sahabat yang hadir di situ membiarkan Rasulullahﷺ duduk di atas tikar kemudian mereka mencucuri air keseluruh badan Rasuiullah, hingga Rasuiullahﷺ berkata: "cukup, cukup". Pada saat itu Rasulullahﷺ merasa sakitnya berkurang, kemudian Rasulullahﷺ memasuki Masjid sedang kepalanya masih terbalut dengan kain, lalu Rasulullahﷺ duduk di atas mimbar dan menyampaikan kata-kata kepada orang banyak. Ketika itu para sahabat dan khalayak pun mengerumuni, kemudian Rasulullahﷺ bersabda: "Laknat Allah kepada kaum Yahudi dan Nasrani, karena mereka menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah" Dalamriwayat yang lain : "Allah mengutuk bangsa Yahudi dan Nasrani yang telah menjadikan kubur-kubur nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah" dan sabdanya: "Jangan sekali-kali kamu menjadikan kuburku sebagai berhala yang disembah" Tidak lupa Rasulullahﷺ menawarkan kepada khalayak untuk menuntut bela kepada dirinya dengan berkata: "Siapa di antara kamu yang telah aku pukul belakangnya, ini belakangku siap untuk menerima balas pemukulan, dan siapa pun yang telah aku caci maki harga dirinya, nah ini dia harga diriku siap, untuk yang menuntut balas". Kemudian Rasulullahﷺ turun dari minbar dan menunaikan sholat Dzuhur dan kembali duduk di atas mimbar mengulangi soal pembalasan dan yang lain-lain hingga salah seorang yang hadir berkata: "Rasulullahﷺ telah berhutang dari aku sebanyak tiga dirham yang belum jelas" Maka kata Rasulullahﷺ: "Fadhl! Jelaskan kepadanya". Kemudian Rasulullahﷺ mewasiatkan dan berpesan kepada orang-orang Anshor dengan sabda beliauﷺ : "Aku berpesan kepada kamu sekalian, bersikap baiklah terhadap Anshor, mereka itu adalah perut dan bekal untukku, mereka telah melaksanakan kewajiban mereka, yang belum terlaksana adalah hak mereka. Untuk itu balaslah kebaikan mereka dan beri maaf kesalahan mereka" Beliauﷺ pula: "Sesungguhnya aku ini seorang hamba Allah yang telah diberi pilihan untuk menerima kemewahan dunia secukupnya atau memilih kedudukan di sisi-Nya, di sini aku telah memilih kedudukan di sisi-Nya" Kemudian Rasulullahﷺ pun berkata pula:اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدSebelum Meninggal Di hari Khamis yaitu empat hari sebelum meninggal, sakit Rasulullah semakin berat, Rasulullah ﷺ meminta: "Tolong bawa ke mari alat tulis, aku akan menulis untukmu wasiat, dengan wasiat itu kamu tidak akan sesat setelah itu". Di dalam rumah ketika itu ada beberapa sahabat di antara mereka adalah Umar Ibn Khattab, dan dia berkata : "Kini Rasulullah mengalami kesakitan yang dahsyat, bukankah sudah ada Alquran, sudah cukup dengan kita kitab Allah itu". Ahli keluarga Rasulullah ﷺ berselisih pendapat, di antara mereka mengatakan : "Ayo berikan sesuatu untuk Rasulullah tulis". Dan di antara mereka ada juga mengatakan sebagaimana pendapat Umar. Hingga terjadi silang pendapat di antara mereka, kemudian Rasulullah ﷺ berkata: "Ayo! Kamu semua keluar dari sini". Di hari itu Rasulullah ﷺ membuat tiga wasiat yaitu:
0 Comment