Sawangan ukuran 3 meter jatuh di jaringan PLN. Lokasi: Carabeka, Sidogedungbatu, Sangkapura
Baru-baru ini PH Manajer PLN Bawean, Pandu Rakasiwi Cahyono keluarkan surat himbauan dengan nomor 0021/DIS.00.02/ULP-BWN/2020 perihal himbauan larangan bermain layang-layang di dekat Jaringan Listrik Tegangan Menengah.
Himbauan disampaikan dengan tujuan menjaga keandalan jaringan listrik di Pulau Bawean dari pemadaman diakibatkan oleh layang-layang putus sehingga tersangkut di tiang listrik yang merupakan jalur transmisi.
"Himbauan ini sebenarnya dari pusat kepada seluruh masyarakat di seluruh Jawa Timur. Dan kebetulan kita di sini juga menyebarkan surat himbauan ke seluruh balai desa di pulau Bawean. Kalau dari balai desa kan nanti lurahnya bisa langsung menghimbau ke masyarakatnya. Sosialisasinya lebih mudah," ungkap Pandu.
"Yang kita hindari adalah dengan adanya layangan ini jangan sampe kena ke jaringan kita apalagi sampe menyebabkan padamnya listrik di daerah tersebut," ungkapnya.
Pandu mengatakan bahwa di beberapa kasus ada kabel yang sampe putus akibat dari layangan yang jatuh di area jaringan listrik PLN.
"ada kok kasus yang sampe kabel kita itu putus. Karena terbakar kan, terkena percikan. Kalau hubungan arus listrik pendek itu kan bisa menyebabkan percikan-percikan," ungkap Pandu.
Di masa pandemi sekarang ini memang kebanyakan masyarakat Bawean meluangkan waktunya untuk bermain layangan. Terlebih anak usia sekolah yang saat ini masih diharuskan beraktivitas dan belajar di rumah.
Di lain kasus tepatnya di Desa Sidogedungbatu, Sangkapura pernah terjadi listrik padam akibat layangan.
"Dua minggu lalu pernah kejadian di Carabeka, Sidogedungbatu, Sangkapura. Jadi ada layangan tingginya itu hampir 3 meter jatuh di jaringan listrik kita, menggantung tepat dikabelnya. Imbasnya listrik daerah itu padam sekitar 30-40 menit," tuturnya.
"Jadi kalau di Bawean itu kan biasanya layangan atau sawangan itu kan dipanjer atau dibiarkan selama satu malam bahkan lebih. Akhirnya pada waktu habis subuh itu jatuh mengenai jaringan kita, di kabel." kata Pandu, Jumat (24/7).
Pandu menjelaskan bahwa untuk kasus layangan seperti ini sangat berbahaya. "Pernah lo ada korban akibat bermain layangan," ungkap Pandu.
"Jadi pada waktu layangan itu ke jaringan PLN. Kan kalau jaringan kita itu tegangannya tinggi lo. Listrik itu ga langsung padam. Entah kondisi benang layangan dalam keadaan basah atau gimana, akhirnya saat bersentuhan antara kabel dengan benangnya, listrik langsung kena ke orangnya. Sampe meninggal sih engga, hanya terbakar di bagian tangannya saja," tandasnya.
BACA JUGA : Kunjungan Kerja Wabup Gresik ke Pulau Bawean di Masa Pandemi. Warga: Ini Kan Masa Transisi?
"Yah intinya satu, tidak memadamkan listrik itu tadi. Bahayanya ya nanti ke orangnya yang bermain layangan juga," tandas Pandu.
Pandu kembali mengingatkan bahwa PLN Bawean tidak melarang masyarakat Bawean untuk bermain layang-layang, namun kita juga memohon agar bermainnya jangan di dekat jaringan listrik PLN Bawean.
0 Comment