Kisah Nabi Muhammad SAW
KISAH RASULULLAH ﷺ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد Bagian 34 Nazak (sakaratul maut) سكرة الموت Saat nazak mendatangi Rasulullah ﷺ, Aisyah membiarkan Rasulullah ﷺ bersandar di dadanya. Hal ini dia ceritakan olehnya: "Sebenarnya di antara nikmat anugerah Allah kepadaku pada saat Rasulullah meninggal di rumahku, di hari giliranku, di antara dada dan leherku, dan menautkan antara liurku dan liur Rasulullah Ketika Rasulullah meninggal. Sebelum itu Abdul Rahman bin Abu Bakar telah masuk ke kamar dengan memegang kayu suginya, dan aku membiarkan Rasulullah bersandar, kulihat Rasulullah memperhatikan ke arahnya, aku sadar bahwa Rasulullah suka akan siwak (sugi) tersebut. Maka aku bertanya : "Maukah aku ambil untukmu Rasulullah?" Rasulullah pun mengangguk, kemudian aku berikan siwak kepada Rasulullah, tetapi siwaknya agar keras dan aku berkata: "Biarkan aku melunakkannya?" Rasulullah menganguk, kemudian aku pun melembutkannya, kemudian Rasulullah pun bersugi dengannya". Dalam satu riwayat lain diriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersugi dengan sepuas-puasnya, pada waktu itu ada sebuah bejana berisi air di depan Rasulullah ﷺ, Rasulullah ﷺ memasukkan tangannya kemudian menyapukan air ke mukanya sambil berkata : "Sebenarnya kematian ini ada sakaratnya" - hadits -. Tidak berapa lama setelah Rasulullah ﷺ selesai menyugi giginya, Rasulullah ﷺ pun mengangkat tangannya dan jarinya menunjuk ke langit diikuti dengan renungan mata yang sayu, disusuli dengan gerakan bibirnya. Aisyah mendengar ungkapan terakhir yang dilafazkan oleh Rasulullah ﷺ seperti berikut: "Bersama-sama dengan mereka yang telah Engkau karuniai dan golongan para nabi, siddiqin, syuhada' dan salihin, Ya Allah Ya Tuhanku ampunilah aku dan kasihanilah aku, letakkanlah aku dengan Kekasih yang Tertinggi, Ya Allah Ya Tuhanku Kekasih yang Tertinggi." Rasulullah ﷺ mengulangi lafaz yang terakhir sebanyak tiga kali dan tangan Rasulullah ﷺ pun layu turun ke bawah, maka Rasulullah ﷺ pun kemudian bersama Kekasih Yang Tertinggi. انا لله وانا اليه راجعون inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun "Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kita kembali." (Q.S. Al-Baqarah : 156)0 Comment