30 Sep 2020
    Follow Us:  



Lokal

Puluhan Mahasiswa Bawean Demo di Depan Kantor Kecamatan Sangkapura. Apa Yang Sebenarnya Terjadi?


Mahasiswa bawean menggelar demo di depan Kecamatan Sangkapura

Pagi ini sekitar jam 8, Senin (8/6) mahasiswa Bawean menggelar aksi demo di depan Kantor Kecamatan Sangkapura. Aksi tersebut merupakan buntut lolosnya 1 pasien positif Coivd-19 yang masuk ke pulau Bawean beberapa hari lalu (2/6).

BACA JUGA : Bawean Zona Merah, Jalur Transportasi Laut ke Pulau Bawean Tetap Dibuka?
Mahasiswa menduga Dishub Gresik telah lalai dalam melaksanakan tugasnya menerapkan protokol kesehatan dalam memberikan izin kepada calon penumpang yang ingin menyebrang. Sehingga menyebabkan masyarakat bawean menajadi lebih rawan tertular virus corona.

Hal itu terbukti dengan adanya penambahan 1 pasien positif Covid-19 masuk ke pulau Bawean, yang lolos saat dilakukan proses screening di pelabuhan Gresik.

Dalam hal ini, Mahasiswa mendesak kepada Pemerintah setempat yang dalam aksinya ditujukan kepada KSOP Gresik, DPR, Bupati, Dinas Perhubungan Gresik agar memenuhi empat tuntutannya :

  1. Stop Penumpang Gresik Bawean
  2. Kapal hanya membawa logistik
  3. Meminta ketegasan Pemeritah Kabupaten dan Dishub Gresik dalam melaksanakan peraturan
  4. Mempertanyakan kesiapan tenaga medis di pulau Bawean

Selain itu, aksi demo juga merupakan salah satu bentuk keresahan masyarakat Bawean terhadap peraturan pemberlakuan penumpang masuk pulau Bawean.

Salah satu Mahasiswa demo pagi tadi, Habiburrahman menduga adanya kecurangan dalam melakukan pendataan penumpang kapal Gresik Bawean selama ini.

"Keberatan kita itu sebenarnya ketika kapal masih memuat penumpang dengan alasan masyarakat Bawean masih banyak yang tertahan di Gresik," ungkap Habib.

"Dari data di lapangan ada beberapa temuan penyelewengan data penumpang terkait adanya surat keterangan palsu. Contoh tempo hari pada saat kita cek jumlah penumpang yang terdata itu hanya belasan, namun saat kita hitung sampe 92 orang lebih," tegas Habib.

BACA JUGA : Viral Fenomena Langit Berwarna Oranye di Pulau Bawean! Ini Penjelasan BMKG
"Kemudian ada beberapa surat juga yang dikeluarkan Dishub kemaren bahwa ada penumpang dengan keterangan pengasuh pondok pesantren, setelah kita lakukan pengecekan ternyata bukan" ungkapnya.

Habib juga mempertanyakan bagaimana kesiapan tenaga medis di pulau Bawean dalam menghadapi pasien positif Covid-19.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment