28 Okt 2020
    Follow Us:  



Lokal

Tradisi Angkaan Bherkat, Peringatan Maulid Nabi di Pulau Bawean


Angkaan Bherkat

12 Rabiul Awal merupakan tanggal kelahiran Baginda Nabi kita Muhammad Rasulullah SAW yang dalam kalender masehi jatuh pada tanggal 9 Oktober 2019. Setiap umat islam di seluruh dunia bergembira atas kelahiran Beliau, karena dengan kelahirannya lah banyak membawa syafaat bagi umat seluruh alam.

Di Indonesia peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW disebut dengan Maulid Nabi. Sebagian besar muslim Indonesia merayakan maulid dengan beragam cara dan tradisi. Tidak heran melihat kondisi negara Indonesia yang secara geografis terdiri dari ribuan pulau, bermacam-macam suku, ras, budaya.

Di pulau Bawean contohnya yang 100% masyarakatnya memeluk agama islam. Bawean merupakan sebuah pulau yang secara geografis terletak kurang lebih 120 km ke arah utara Surabaya. Akses masuk ke pulau ini menggunakan transportasi laut dan udara.


Di Bawean istilah maulid juga dikenal sebagai "Molot Bawean". Dimana dalam perayaannya molot Bawean diselenggarakan mulai tanggal 10-30 Rabiul Awal. Setiap desa, masjid, instansi, sekolah dan pesantren merayakan molot secara bergantian. Perayaan tersebut sudah menjadi tradisi yang kental melekat di tengah masyarakat Bawean yang seluruhnya memeluk agama islam.

Di Bawean punya tradisi tersendiri dalam perayaan molot, yang paling terkenal dari perayaan molot Bawean adalah "Angkaan Bherkat". Istilah ini hanya ditemukan di pulau Bawean, dimana masyarakat Bawean diharuskan mengisi bermacam-macam makanan, nasi, lauk pauk, buah-buahan bahkan peralatan dapur ke dalam sebuah ember.

Uniknya setiap ember yang sudah diisi makanan akan diberi pagar kecil dari bambu bagian pinggirnya yang memanjang ke atas. Dan umumnya di ujung pagar bambu tersebut ditusukkan telor bulat sebagai hiasan. Kemudian pagar bambu juga diikat dengan tali rafia dan dihiasi dengan kertas kado.

Angkaan ini nantinya akan dibawa ke masjid untuk dipajang sementara di pelataran masjid sembari menunggu acara Diba', Doa dan ceramah agama selesai. Kemudian barulah angkaan tersebut dibagikan kembali kepada masing-masing peserta dengan catatan angkaan yang dibagikan ditukar dengan angkaan peserta lainnya.

Masih banyak lagi tradisi perayaan molot di pulau Bawean yang lainnya, seperti diadakan acara lomba bagi anak-anak. Mulai dari lomba adzan, iqamah, balap karung, pukul kendi, tarik tambang, panjat pinang dan masih banyak lagi.

Perayaan maulid atau molot bagi masyarakat Bawean dipercaya sebagai bentuk kecintaan umat kepada Nabinya. Sehingga dengan merayakan molot artinya ikut bergembira dengan lahirnya Baginda Nabi Muhammad SAW.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment