Kasus peningkatan virus corona di Surabaya menjadi pusat perhatian banyak pihak.
Karena penyebaran yang begitu pesat dan pemberian label warna hitam yang hingga kini menuai kontroversi.
dr Joni Wahyuhadi selaku ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur mengatakan bahwa peta Surabaya berwarna hitam sejak empat hari terakhir.
Hal itu menunjukkan tingginya kasus Covid-19 di Surabaya, sehingga diberikan label berwarna hitam.
Pernyataan inilah yang akhirnya menuai kontroversi karena pemberian warna hitam dianggap tidak sesuai secara dasar ilmiah.
"Ini yang bikin kita jadi bertanya, kenapa Surabaya itu (warna hitam). Seharusnya dikasih alasan-alasan di Provinsi Jatim," ungkap M Fikser selaku Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya.
Fikser mempertanyakan alasan pemberian label warna hitam. Menurutnya pelabelan zona hitam di Surabaya perlu dijelaskan secara keilmuan.
Risma angkat bicara
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharani atau akrab disapa Risma sempat menjelaskan terkait tingginya kasus virus corona di Surabaya. Menurutnya hal itu terjadi lantaran sudah dilakukan banyak tes (1/6).
Menurutnya semua orang yang berpotensi Covid-19 seperti Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Dalam Resiko (ODR), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) langsung kita tes semua.
"Kalau kita
delay seminggu, maka dia bisa menular meskipun sudah dikarantina. Itulah yang tadi saya katakan kenapa menjadi besar," tegas Risma.
0 Comment