04 Agu 2020
    Follow Us:  



Lokal

Sering Terjadi Pemadaman, PLN Sebut Burung, Kelelawar dan Monyet Penyebabnya


Patroli malam

Pemadaman listrik yang kerap terjadi di pulau Bawean banyak dikeluhkan warga. Hal ini dikarenakan hampir setiap bulannya ada saja pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Bawean.

Meskipun PLN Bawean sudah menetapkan jadwal pemadaman yang di broadcast ke masing-masing balai desa, namun ada saja sejumlah wilayah yang terdampak pemadaman di luar jadwal.

Bahkan sejumlah warga mengeluhkan apabila sering terjadi pemadaman mereka takut barang-barang elektronik mereka rusak. "Memangnya PLN mau bertanggung jawab kalau kulkas saya rusak? TV saya rusak?", komentar sejumlah warga Bawean.

Di lain sisi warganet di akun sosial medianya dengan nama Bayti juga menyebutkan dalam statusnya, "baru hujan 2x sudah mati tiap malam ini PLN. Tolong share dong kalau memang ada pemadaman. Soalnya sangat mengganggu kalau listrik mati terus, anak bayi yang seharusnya nyenyak tidur malah rewel gara-gara mati lampu".


Menanggapi hal tersebut Hariyanto staff PLN menyebutkan beberapa faktor pemicu terjadinya pemadaman di sejumlah daerah Bawean terdampak. Yang pertama adalah faktor gangguan dan yang kedua adalah faktor pemeliharaan.

"Bawean itu kompleks, selain gangguan dari mesin, ada jaringan dan begitu jam 12 malam tiba-tiba mati lagi, setelah di cek ternyata kelelawar" tegas Hariyanto.

Bahkan Hariyanto juga menegaskan terhadap warga Bawean yang tidak percaya dengan alasannya untuk ikut melakukan pengecekan pada saat terjadi pemadaman. Dan Hariyanto siap membayar uang sebesar 200 ribu 1 malam dengan syarat dilarang tidur saat melakukan pengecekan.

Hal itu dilakukan agar membuat warga Bawean percaya bahwa memang seperti itu kenyataan di lapangan dan alasan PLN menyebut kelelawar, monyet, ular, burung dan sejenisnya sebagai pemicu pemadaman itu bukanlah alasan yang dibuat-buat.

Selanjutnya dalam sesi tanya jawab dengan baweantoday.com, PLN Bawean juga menjelaskan terkait adanya 1 mesin yang sedang rusak dari total 12 mesin dan beberapa ada yang waktunya perawatan dan masih menunggu alatnya datang.

Bahkan pihak PLN juga menyebutkan susahnya regulasi pengadaan barang yang dilakukan ketika terjadi kerusakan, selain dari sisi spare part yang harus dipesan dari Jakarta atau Singapura juga prosedur pengajuan dengan berita acara kronologi kerusakan.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment