28 Okt 2020
    Follow Us:  



Lokal

Menuai Protes Warganet, Ini Respon Kepala PLN Bawean Terkait Pemadaman Listrik Di Beberapa Desa


Briefing pagi

Menanggapi isu listrik yang sering padam warganet melakukan aksi unggah meme lucu yang berisi sindiran terhadap PLN Bawean. Hal itu dilakukan warganet sebagai bentuk protes dengan sejumlah pemadaman yang sering dilakukan PLN akhir-akhir ini.

"Coba yang merasa pihak PLN diklarifikasi kenapa listrik sering mati!" tegas salah satu warganet dengan akun Redone Kompoyna Jai di unggahan facebooknya yang geram dengan ulah PLN. Dan tidak hanya itu warganet yang satu ini rupanya melampirkan gambar meme berikut.

 

Subhanallah Iqbal di akun facebooknya ikut berkomentar "Kenapa lampu daerah Tanjung Ori separuh hidup separuh mati?" ungkapnya.

Warganet beramai-ramai menyerang PLN terkait isu padamnya listrik di sejumlah wilayah pulau Bawean. "Bawean mosem mate lampu," Reza Fahlavi juga ikut berkomentar via facebook disertai tagar #tahunbarudahdekat.


Dalam hal ini kepala PLN Bawean Faizal Reyhan yang baru menjabat bulan Mei 2019 kemaren ikut angkat bicara. Reyhan menegaskan bahwa gangguan bisa terjadi dimana saja entah itu dipelosok ataupun tidak, tergantung dimana terjadi gangguan.

Kemudian Reyhan juga menjelaskan bahwa faktor utama gangguan PLN memang disebabkan oleh kelelawar, ditambah lagi sekarang musim buah yang mengundang kelelawar untuk hinggap di kabel-kabel listrik.

Sebenernya dalam hal ini PLN sudah melakukan berbagai upaya mulai dari pemeliharaan, preventif, dan lain-lain sehingga dalam hal ini PLN mengklaim sudah berhasil menurunkan gangguan listrik sebesar 46,7% dari tahun ini jika dibandingkan dengan data tahun 2018. Dimana ditahun-tahun sebelumnya gangguan masih sering terjadi.

"Sebenarnya dulu kabel kita itu telanjang tanpa bungkus. Dan tingkat gangguan waktu itu sangat sering terjadi, dalam 1 hari saja bisa 5-10 kali gangguan terjadi. Sekarang ini justru jauh sudah mendingan karena kita juga sudah mengganti semua kabel itu dengan yang berbungkus, cuma memang tidak full isolasi." ungkap Reyhan.

"Jadi kalau ada kelelawar atau benda apapun menempel pada jaringan listrik kita. kalau itu sifatnya sementara hanya menempel terus lepas maka tidak akan melepaskan tegangan sehingga tidak terjadi pemadaman. Namun kalau yang menempel itu sifatnya permanen, misalkan ada kelelawar hinggap atau pohon roboh atau yang lainnya seperti ranting yang menyentuh kabel maka itu secara otomatis akan melepaskan tegangan saat itu juga sehingga di area jaringan listrik tersebut akan secara otomatis padam," tandas Reyhan.

"20.000 Volt tegangannya loh itu. Bayangkan kalau itu mengenai orang atau teknisi kita yang sedang tugas. Atau ada pohon rubuh terus tiba-tiba terbakar karena tersengat listrik sebesar 20.000 Volt. Makanya kita memberikan proteksi semacam itu di jaringan listrik kita dengan tujuan agar masyarakat aman dari sengatan listrik dan meminimalisir tingkat gangguan yang lebih besar," tegas Reyhan.

"Nah kalau misalkan penormalannya lama, itu kita disini kan PLTD. Kalau di Jawa itu kan mainnya langsung gardu induk dan pembangkitnya seperti paiton yang besar-besar. Nah PLTD ini memang butuh proses penormalan untuk menyinkronkan mesin 1 sama lain, jadi memang untuk recoverynya termasuk lama tidak bisa cepat" ungkap Reyhan.

Di sisi lain Reyhan juga menanggapi isu miring terkait kinerja PLN yang buruk di mata masyarakat. "Ya namanya pelanggan yang diminta adalah tidak pernah padam, cuma karena kita ini bekerjanya dalam sisi teknis gangguan itu pasti ada. Jadi kemungkinan padampun dalam 1 tahun itu ya pasti ada. Tapi kalau kita lihat secara histori ke belakang kita buka data bahwa sebenarnya kita sudah sangat jauh berkembang. Dalam artian sudah berhasil memperbaiki sistem-sistem yang sebelumnya itu".

"Karena kalau ditotal pun kita sudah berhasil menurunkan 46,7% dari total jumlah gangguan di 2018. Jadi sudah turun banyak dari gangguan yang terjadi di tahun sebelumnya," tandas Reyhan.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment