Kapal Blue Sea Jet
Pihak Manajemen kapal pelayaran rute Bawean-Gresik Blue Sea Jet kembali mendapat sorotan publik. Kali ini tersangkut masalah adanya pungli atau pungutan liar yang dilakukan oleh oknum petugas terhadap barang bawaan penumpang.
Laporan dari salah seorang penumpang kapal bernama Nur Izzah (56) yang berasal dari Kepuh Teluk, Tambak, yang juga merupakan korban pungli di kapal Blue Sea Jet. Dia menjelaskan bahwa ada oknum yang meminta uang sebesar Rp100 ribu atas barang bawaannya.
"Tadi ada petugas kapal Blue Sea Jet minta uang Rp100 ribu saat di dalam kapal, alasannya untuk bayar barang bawaan saya terhadap kapal," ujar Nur Izzah.
Peristiwa diawali ketika Nur Izzah hendak menyebrang ke pulau Bawean untuk pulang kampung, jadwal keberangkatan kapal pukul 11.00 WIB, Sabtu (28/12/2024). Sebelumnya Izzah sudah membeli tiket kapal Blue Sea Jet di loket, kemudian Nur Izzah membawa masuk barang bawaan ke dalam kapal.
"Setelah saya berada di dalam kapal, tak lama kemudian ada petugas kapal menyuruh portir barang untuk meminta uang Rp100 ribu kepada saya. Kata si portir, dia disuruh petugas kapal untuk diminta petugas kapal untuk bayar retribusi kepada kapal. Tapi saya tidak dikasih bukti pembayaran,” ujarnya.
Selain itu korban pungli yang lain yang juga merupakan penumpang kapal Blue Sea Jet bernama Nadratul Laili (54), dia mengeluhkan adanya pungli yang dilakukan oleh petugas di dalam kapal.
“Harusnya kalau memang barang saya berlebih atau tidak sesuai ketentuan, bayarnya di luar kapal, bukan di dalam kapal. Anehnya, petugas menarik biaya menyuruh portir barang, bukan langsung ke penumpang, dan juga tidak memberi bukti penagihan dan penjelasan dari petugas,” ujarnya.
Menanggapi hal itu Kepala Manajemen Kapal Blue Sea Jet Cabang Gresik, Mustain, menepis kejadian tersebut sekaligus memastikan bahwa tidak ada pungutan liar di dalam kapal.
Mengingat barang bawaan penumpang seharusnya sudah diperikasa terlebih dahulu sebelum dibawa masuk ke dalam kapal. "Kalau memang dikenakan retribusi, penumpang bayar di luar kapal dengan bukti pembayaran resmi dari manajeman kapal. Kalau terjadi di dalam kapal, itu berarti ada pungli,” tegas Mustain.
Pihak Manajemen Blue Sea Jet sebelumnya juga mendapatkan kritikan terkait tidak tersedianya bahan bakar solar saat jadwal keberangkatan. Dan penumpang yang notabenenya adalah masyarakat Bawean kembali harus dirugikan.
"Harapan kami pihak Blue Sea Jet mengambil tindakan tegas, dan terus memantau pihak kapal tersebut karena ini telah membebani masyarakat atau penumpang," ungkap Nur Izzah.
0 Comment