04 Agu 2020
    Follow Us:  



Lokal

Listrik Padam, Mantan Ketua IMPSB-Malang Ambil Langkah Mediasi Dengan Kepala PLN Bawean


Kiri: Wahid Zarkasi, Mohammad Ibnu, Hariyanto, Ali Murdianto, Pandu, Faizal Reyhan, Salim

Mantan ketua IMPSB-Malang Wahid Zarkasi melakukan mediasi bersama Kepala PLN Bawean Faizal Reyhan Selasa (10/12/2019) terkait maraknya pemadaman listrik yang dilakukan PLN akhir-akhir ini.

Dalam tuntutannya Wahid bersama rekannya Mohammad Ibnu atau akrab disapa Iib mendesak kepada pihak PLN untuk bisa memenuhi 2 hal utama. Pertama, klarifikasi terkait pemadaman yang dilakukan PLN, hal ini dirasa penting dilakukan mengingat adanya asumsi warga yang menyatakan adanya praktek jual beli solar hasil timbunan.

Kedua, solusi yang bisa dilakukan PLN kedepan untuk meminimalisir atau bahkan tidak ada lagi pemadaman.

"Hemat saya, kalau kita bisa klarifikasi baik-baik atau bahasanya orang-orang itu tabayyun, kenapa kita harus rame-rame atau bahkan berdemo. Intinya, kami hanya ingin informasi yang jelas dan juga bagaimana selanjutnya PLN kedepan tidak ada lagi pemadaman. Hanya 2 itu kok, masak ga bisa" tegas Wahid.

Tidak mau kalah, Iib juga mendesak kepada pihak PLN agar segera menuntaskan masalah menahun ini kepada pihak PLN karena dinilai merugikan banyak pihak. Dan juga memberikan masukan agar di setiap titik rawan pemadaman dilakukan pemaksimalan proteksi.


Selain itu Iib juga mendesak PLN untuk mampu memberikan solusi kongkrit agar permasalah ini tidak berulang lagi di tahun depan.

Menjawab hal ini Faizal Reyhan percaya bahwa staff PLN sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk melayani masyarakat Bawean.

PLN menjelaskan bahwa titik rawan pemadaman di pulau Bawean yaitu di daerah Pekalongan, Sidogedung batu, Alas Timur, Paromaan yang dampaknya adalah pemadaman di blok area penyulang dari pangkal hingga ujung.

"Memang kalau dari evaluasi kita, semua gangguannya itu dari eksternal. terutama kalong. Itu memang ga bisa dipungkiri mas dan itu kenyataan dilapangan yang kita hadapi saat ini" ungkap Reyhan.

"100 persen kabel yang digunakan di pulau Bawean adalah kabel bungkus (A3CS) meskipun tidak seluruhnya full isolasi. Sebenarnya kita ada juga kabel yang full isolasi dan itu sudah kita usulkan pengadaannya, sudah masuk anggaran juga. Hanya belum bisa kita gunakan karena masih dalam proses yang panjang" tegasnya.

"Intinya hingga bulan desember ini beberapa barang kita juga sudah mulai datang untuk mengantisipasi beberapa masalah yang terjadi disini. Sehingga kita akan gencar melakukan instalasi di bulan ini. Untuk proses pengerjaan nanti akan kita infokan kembali hanya setelah semua alat sudah terpasang kita juga tidak bisa memberikan jaminan tidak akan terjadi gangguan" tegas Reyhan.

Dan Reyhan juga menepis kabar terkait dugaan praktik jual beli solar yang dilakukan pihak PLN karena dalam prakteknya PLN yang sekarang tidak seperti PLN yang dulu. Artinya ada pembaruan sistem yang dilakukan manajemen PLN terkait sistem pengisian solar sehingga tidak memberikan celah terhadap oknum-oknum PLN yang nakal untuk berulah.

Wahid dalam hal ini secara tegas mengingatkan PLN bahwa kita sebagai masyarakat juga akan melakukan pengecekan dilapangan terkait isu-isu yang marak terjadi. Karena berangkat dari pengalaman sebagai aktivis di masa lalu Wahid menemukan adanya praktek curah yang dilakukan sejumlah oknum nakal PLN.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment