20 Okt 2020
    Follow Us:  



Lokal

Ritual Tolak Balak Warga Bawean Warisan Leluhur Mengusir Wabah Penyakit


Tradisi Burdah Dusun Gunung Malang Desa Patar Selamat (5/3/2020)

Semakin maraknya pemberitaan di media terkait virus corona atau covid-19 membuat sejumlah warga di pulau Bawean melakukan tradisi ritual khusus.

Ritual tersebut adalah Burdah, yang merupakan kegiatan keagamaan yang dilakukan dengan mengumpulkan warga desa setempat kemudian mereka berjalan mengelilingi desa sambil membaca doa. Tujuannya adalah sebagai tolak balak terhadap desa tersebut, terutama untuk mengusir wabah virus corona agar tidak masuk ke desa yang sudah dilakukan Burdah.

Salah satu Dusun yang sudah melakukan Burdah adalah Dusun Gunung Malang Desa Patar Selamat. Saiful Haq, Kepala Dusun Gunung Malang membenarkan adanya ritual Burdah tersebut.

"Dusun lain sudah melakukan Burdah dari jauh hari, kalau kita baru mulai Burdah hari Jum'at (3/4/2020) kemaren sampai hari Minggu (5/4/2020)," Ungkap Saiful.


Saiful juga menyebutkan, percaya atau tidak bahwa tradisi Burdah ini sudah dilakukan oleh masyarakat Bawean dari jaman dahulu. Dan biasanya ketika lagi ramai maling, bencana, dan wabah penyakit justru orang Bawean dahulu melakukan Burdah.

"Anda mungkin sudah berpikir maju yang menurut pemikiran sekarang sudah tidak percaya dengan hal-hal semacam ini. Namun seingat saya, dulu dengan adanya Burdah ini menjadikan masyarakat lebih tenang dan tidak resah" ungkapnya.

"Saya meyakini bahwa setiap yang batil itu akan binasa. Dan Burdah merupakan upaya untuk menangkal masuknya kebatilan ke desa," tegas Saiful.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Gunung Malang melakukan Burdah dengan tujuan untuk mengusir wabah virus corona. "Istilahnya itu membentengi desa dari hal-hal yang dianggap membahayakan".

Saiful juga menjelaskan, Burdah dilakukan dengan cara membaca doa tertentu mengelilingi desa, yang dipimpin oleh seorang kiai kemudian diikuti oleh sejumlah tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat utamanya pria.

"Kita Burdah Desa itu jam 5 sore kemudian dilanjut shalat maghrib berjamaah kemudian dilanjut dengan membaca yasin bersama kemudian shalat istighosah. Danakhir acara kita lanjut shalat isya' berjamaah" tegas Saiful.

Meskipun mengumpulkan orang dalam jumlah banyak Saiful juga memberikan arahan untuk menerapkan physical distance dalam pelaksanaannya. Setiap orang dihimbau untuk saling menjaga jarak bahkan pada saat shalat berjamaah warga dihimbau untuk menjaga jarak aman 1,5 meter dengan membawa sajadah masing-masing.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment