28 Okt 2020
    Follow Us:  



Teknologi

Kesiapan Desa di Pulau Bawean Dalam Membangun SID


Pemerintah selalu melakukan inovasi program dalam menanggulangi kemiskinan. Beberapa program yang sudah berjalan antara lain: PNPM Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri), KUR (Kredit Usaha Rakyat), PKH (Program Keluarga Harapan), Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), dan masih banyak lainnya. Hal ini dilakukan karena melihat fakta yang ada di masyarakat masih banyak rakyat miskin yang harus diberikan penguatan lewat program-program di atas.

Dalam hal Sistem Informasi Desa Pemerintah telah mengeluarkan UU Desa Pasal 86 tentang Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan jelas disebutkan bahwa desa berhak mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten atau Kota.

SID (Sistem Informasi Desa) merupakan sebuah sistem aplikasi berbasis website sebagai pusat informasi desa, baik itu informasi berupa kegiatan desa, dana desa, rencana pembangunan desa, pembangunan desa yang sedang berjalan, infografik dana desa, BUMDes, ataupun data statistik kependudukan desa. Dalam hal ini memungkinkan semua lapisan masyarakat untuk bisa mengakses informasi dimanapun dan kapanpun. Sehingga lebih memaksimalkan dan memudahkan Pemerintah Desa dalam hal pelayanan terhadap masyarakat dan transparansi.


Di rasa perlu untuk masa sekarang ini, karena SID juga merupakan bentuk edukasi terhadap masyarakat awam terhadap teknologi yang hingga saat ini kian menjamur. Selain itu SID juga mampu memaksimalkan potensi-potensi desa yang ada. Dan yang paling utama SID mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Desa.

Lalu untuk desa di pulau Bawean sendiri sudah ada beberapa desa yang memiliki SID, Desa Daun contohnya. Sistem Informasi Desa rancangan mahasiswa di salah satu universitas Jawa Timur yang kebetulan magang beberapa waktu lalu di Desa Daun dan memberikan Sistem Informasi Desa tersebut sebagai hadiah. Hanya untuk sekarang ini dalam pengelolaannya kurang maksimal karena terkendala staff ahli.

di sisi lain R Moh Nur Kepala Desa Sawahmulya menegaskan "terkait Sistem Informasi Desa sebelumnya sudah pernah diajukan namun masih tertolak ketika di musyawarahkan terkait anggarannya, selebihnya saya masih belum mendapatkan gambaran pasti".

Berbeda hal dengan Fadal Kepala Desa Lebak yang masih sibuk untuk melanjutkan program anggaran di tahun sebelumnya "sayang kalau program sebelumnya tidak dimaksimalkan sementara prosesnya sudah berjalan dan sementara itu saya juga sedang dalam proses penyusunan program saya nantinya yang akan diusulkan tahun selanjutnya" pungkasnya.

 




Teknologi TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment