Baweantoday.com - Warga pulau Bawean antusias mengikuti pertandingan layang-layang di Desa Lebak yang digelar hari Minggu 13 Oktober 2019 dengan diikuti sebanyak 416 peserta, baik dari desa Lebak sendiri ataupun dari desa luar termasuk peserta dari kecamatan Tambak.
Program yang diadakan setiap tahun ini mampu memberikan hiburan tersendiri khususnya bagi pecinta layang-layang. acara ini digelar oleh pihak Pemerintah Desa untuk memberikan hiburan dan menyalurkan hobi masyarakat.
Lamri contohnya, salah satu peserta dari desa Lebak. Lamri merupakan kandidat kuat yang sering juara 3 besar di tahun-tahun sebelumnya dengan layangannya yang bernama "Kalikujang" yang artinya sungai kujang.
"Saya tidak terlalu mengejar untuk menjadi juara, bisa bermain layang-layang dengan banyak orang saja saya sudah senang". Ungkap Lamri.
Lamri memang sudah sejak kecil hobi bermain layang-layang dan sekarang untuk kesekian kalinya dia mengikuti pertandingan yang digelar di desanya.
Pertandingan layang-layang termasuk dalam acara tradisional Desa Lebak, dikutip dari pernyataan Fadal Kepala Desa Lebak "dulu warga bermain layang-layang sebagai bentuk hiburan disela mereka memanen padi, bahkan tidak pandang usia tua atau muda. Akhirnya di tahun 90an warga Lebak mengadakan pertandingan yang awalnya hanya diikuti oleh warga lebak saja. Asal mulanya seperti itu". Ujar Fadal.
Saya juga sebenarnya kangen dengan masa-masa saya dulu bermain layangan, karena dulu saya juga sering main layangan. tandas Fadal
Dan hari ini acara hiburan rakyat tradisional berubah menjadi acara meriah yang dihadiri oleh 416 peserta dari berbagai desa baik dari Kecamatan Sangkapura maupun Kecamatan Tambak.