08 Agu 2020
    Follow Us:  



Lokal

Munculnya Talenta Muda dan Sekolah Sepakbola


Minat masyarakat Bawean terhadap dunia sepakbola perlahan-lahan mulai meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya putra Bawean yang sudah lebih dulu masuk ke sekolah sepakbola baik itu Bawean Football United BFA ataupun sekolah yang lain di pulau jawa.

Rocky Putiray contohnya, putra kelahiran Dekatagung Sangkapura yang berusia 19 tahun masuk ke sekolah sepakbola Widodo Cahyono Putro (WCP) Gresik di bulan agustus kemaren. Kemudian disusul oleh kedua temannya Ardinata Hamzah yang akrab disapa bonek 17 tahun dan Al Imron yang akrab disapa A'al 17 tahun.

Belum lagi beberapa waktu lalu sekolah sepakbola BFA mengirimkan beberapa pemain yang dianggap bertalenta untuk dilatih di sekolah sepakbola HBS Surabaya.


Minat sepakbola kian merambah ke berbagai kalangan di pulau Bawean terutama anak-anak dan remaja. Dulu anak-anak hanya menjadi penonton permainan sepakbola bagi orang dewasa saja, kalaupun bermain juga hanya menghabiskan waktu dan tidak menghasilkan apa-apa. Namun kini bagi mereka bermain sepakbola merupakan sebuah angan impian dan cita-cita.

Situasi seperti ini pastinya juga mendapat respon dan dukungan yang baik dari orangtua. Hj. Syududah Dekatagung yang sangat mengharapkan kesuksesan bagi anaknya yang akan mengikuti pelatihan sepakbola ke Surabaya beberapa waktu lalu.

Kemunculan sekolah sepakbola SSB di pulau Bawean dibarengi juga dengan kemunculan talenta-talenta muda berbakat, meskipun tidak dibarengi pula dengan adanya kompetisi. Masalah seperti ini merupakan masalah utama dari sekian banyak pemain bola. Sehingga dalam perjalanannya kebanyakan dari mereka beralih ke bidang lain dan meninggalkan sepakbola.

Tidak sedikit pemain sepakbola yang harus berhenti di tengah jalan dikarenakan minimnya kompetisi. Menurut pengamatan baweantoday.com, membandingkan model pendidikan sepakbola usia dini di Jepang dengan Indonesia masih kalah jauh. Di Negeri Matahari Terbit, anak-anak sekolah sepakbola berlatih setiap senin-jumat dan setiap hari sabtu mereka mengadakan kompetisi sehingga dengan adanya kompetisi anak-anak tidak merasa bosan.

Namun di Indonesia khususnya di pulau Bawean masih sangat jarang sekolah sepakbola yang mengadakan kompetisi-kompetisi setiap minggunya atau bahkan setiap bulan.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment