28 Sep 2021
    Follow Us:  



Sirah Nabawiyah

Kisah Perjalanan Hidup Manusia Agung Rasulullah Muhammad SAW, Sirah Nabawiyah Bagian 28


Kisah Nabi Muhammad SAW

Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. Q.S. Al-Hajj 46

KISAH RASULULLAH

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Bagian 28

Fathu Mekkah

Setelah pasukan Islam lewat, Abbas berkata kepada Abu Sufyan,

"Selamatkanlah kaummu."

Maka cepat-cepat Abu Sufyan juga memacu tunggangannya memasuki Mekah sambil berseru,

"Wahai orang-orang Quraisy, Muhammad telah datang membawa pasukan yang tidak mungkin dapat kalian lawan. Barang siapa yang masuk rumahku, akan selamat! Barangsiapa yang menutup pintu rumahnya, akan selamat! Barang siapa yang memasuki Masjidil Haram, juga selamat!"

Namun tidak semuanya menuruti  Abu Sofyan, lkrimah bin Abu Jahal memimpin sepasukan Quraisy untuk melawan.

Saat itu Rasulullah sudah membagi pasukannya untuk memasuki Mekah dari tiga jurusan. Sayap kanan dipimpin oleh Khalid bin Walid, sayap kiri dipimpin Zubair bin Awwam, sedangkan Rasulullah memimpin pasukan dari dataran tinggi Kida.

Sa'ad bin Ubadah berseru,

"Hari ini adalah hari pembantaian. Hari ini diperbolehkan melakukan segala hal yang dilarang di Kabah."

Rasulullah berulang-ulang membaca surat al-Fath dengan suara sangat merdu. Beliau tidak memasuki Mekah seperti seorang penakluk namun jutru menundukkan kepala tanda syukur kepada Allah .

Karena itu, beliau menunjukkan wajah tidak suka ketika dilihatnya pasukan Khalid bin Walid bertempur karena diserang oleh pasukan Ikrimah. Namun akhirnya Rasulullah bersabda,

"Ketentuan Allah selalu lebih baik."

Pasukan Quraisy terkalahkan dan lkrimah melarikan diri. Tiba di depan Ka'bah, Rasulullah menghampiri Hajar Aswad, menciumnya dan berthawaf keliling Ka'bah. Beliau menunjuk dengan busur ke arah 360 buah berhala di sekeliling rumah Suci sambil membacakan ayat Al-Qur'an,

 

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

"Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." Surah Al-Isra' (17:81).

Maka berhala-berhala itu pun dirobohkan.Rasulullah masuk ke dalam Ka'bah dan bertakbir di ke empat sudutnya. Beliau melihat di dalam Ka'bah ada gambar nabi Ibrahim  عليه ااسلام dan Nabi Ismail  عليه ااسلام sedang bermain undian anak panah. Beliau mengutuk orang yang membuat gambar itu.

Setelah itu Bilal naik ke atas Ka'bah dan beradzan karena waktu sholat Dhuhur telah tiba.

Sebelumnya Rasulullah hanya mempunyai 3.000 tentara dalam Perang Khandaq menghadapi 10.000 pasukan Quraisy dan sekutunya. Kini mendadak beliau muncul di depan Mekah dengan 10.000 prajurit. Quraisy begitu terkejut dan ketakutan sehingga tidak mampu memberi perlawanan kecuali menyerah.

Quraisy Berbondong-bondong Masuk Islam

Rasulullah kemudian mengucapkan khotbah di hadapan orang-orang Mekah.

"Tiada ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia-lah Allah yang telah menepati janji-Nya memenangkan hambanya Muhammad dan mengalahkan musuh-musuh-Nya dengan diri-Nya sendiri."

"Sesungguhnya segala macam balas dendam, harta, dan darah semuanya berada di bawah kakiku ini, kecuali penjaga Ka'bah dan pemberi air minum kepada jamaah haji."

"Wahai kaum Quraisy, sesungguhnya Allah telah mencabut dari kalian kesombongan jahiliyah dan mengagungkan keturunan. Semua orang berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah."

"Wahai kaum Quraisy menurut pendapat kalian, tindakan apakah yang hendak ku ambil terhadap kalian?"

Orang-orang Quraisy menjawab,

"Tentu yang baik-baik, wahai saudara yang mulia dan putra saudara yang mulia."

Beliau pun bersabda, "Pergilah kalian semua! Kalian semua bebas!"

Setelah itu berbondong-bondonglah penduduk Mekah masuk Islam. Kemudian Rasulullah membaiat kaum laki-laki Quraisy untuk senantiasa taat kepada Allah dan Rasulullah .

Setelah itu giliran kaum wanita di antara mereka. Di antara mereka, hadir Hindun bin Uthbah, istri Abu Sufyan. Ia menyamar karena dulu telah bertindak kejam terhadap Hamzah pada perang Uhud.

Tanpa memegang tangan para wanita itu, Rasulullah membaiat mereka agar tidak menyekutukan Allah , tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak,  dan tidak berbohong.

Di tengah-tengah Baiat itu, Hindun menyela,

"Demi Allah aku terlalu sering mengambil uang Abu Sufyan, aku tidak tahu apakah hal itu di halalkan atau tidak?"

Abu Sufyan yang saat itu hadir berkata,

"Aku halalkan semua hartaku yang pernah kau ambil."

"Apakah engkau Hindun binti Utbah?" tanya Rasulullah .

"Ya aku adalah Hindun binti Utbah." jawab Hindun.

Rasulullah menoleh kepada Abu Sufyan, "Maafkan ia atas perbuatannya yang lalu, semoga Allah memaafkanmu."

Rasulullah adalah seorang pemaaf, tidak akan pernah ada dalam sejarah seseorang yang mampu memberi maaf seperti yang dilakukan Rasulullah kepada orang-orang Quraisy. 

Padahal orang-orang Quraisy inilah yang dulu membunuh para pengikut Rasulullah , menghina, mencaci, melukai, memboikot, mengusir, dan memerangi Rasulullah , tetapi ketika justru Rasulullah mempunyai kekuatan untuk membalas, beliau bersabda,

"Kamu semua bebas..."


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Fadhalah

Hari ketika Makkah ditaklukkan Allah melalui tentara Islam dikenal dalam sejarah dengan nama Fathu Mekah. Padahari itu amarah dan kebencian meledak di hati Fadhalah bin Umair. Ia tidak menerima Mekah takluk begitu saja. Diam-diam, ia pergi mencari Rasulullah . Ketika dilihatnya beliau sedang berthawaf, Fadhalah segera mengikuti dari belakang. Di balik bajunya tersembunyi sebilah pisau mengkilat siap dihunus dan dihunjamkan. Fadhalah semakin dekat semakin dekat kepada Rasulullah . Tangan Fadhalah masuk kebalik bajunya untuk mencabut pisau. Pikirannya dipenuhi hasrat membara untuk membunuh Rasulullah.

Tetapi tepat saat itu juga, Rasulullah langsung menoleh kepadanya dan menegur,

"Apakah ini Fadhalah?"

Agak terkejut, Fadhalah menjawab, "Ya, Saya Fadhalah, wahai Rasulullah."

"Apa yang kamu pikirkan?"tanya Rasulullah.

"Tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya memikirkan Allah ."

Rasulullah tersenyum. Beliau meletakkan tangannya yang sejuk di atas dada Fadhalah sambil bersabda,

"Mohon ampun kepada Allah.... "

Perlahan-lahan hati Fadhalah menjadi tenang. Ia kemudian berkata,

"Begitu beliau melepaskan tangannya dari dadaku, aku merasa tidak seorang pun yang lebih aku cintai daripada beliau."

Dalam perjalanan pulang kerumahnya, Fadhalah dipanggil seorang wanita cantik. Wanita itu dulu pernah disukai olehFadhalah. Wanita itu ingin mengajak Fadhalah bicara, namun Fadhalah berkata,

"Tidak, Allah dan Islam telah melarangku bicara bebas dengan wanita yang belum halal bagiku. Aku baru saja melihat Rasulullah menghancurkan semua berhala. Agama Allah itu sangat jelas dan nyata, sedangkan kemusyrikan adalah kegelapan."

Sejak hari itu, Rasulullah melarang orang berperang di tanah suci Mekah. Beliau bersabda,

"Sesungguhnya Mekah telah diharamkan oleh Allah, bukan oleh manusia. Tidak boleh bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menumpahkan darah dan mencabut pohon di Mekah."

Fadhalah bisa merasakan kasih sayang Rasulullah yang begitu besar. Kasih sayang betul-betul membanjiri hati beliauﷺ yang amat lapang itu. Karena itu, tampak pada mulut beliau berupa keramahan, pada mata beliau berupa air mata, dan pada tangan beliau berupa kedermawanan. Kasih sayang adalah sifat Rasulullah yang paling menonjol dan tak seorang pahlawan pun berhasil menyamainya.

Shalat Kemenangan

Rasulullah bertamu kerumah sepupunya Ummu Hani binti Abu Thalib. Beliau mandi dans holat kemenangan sebanyak 8 rokaat. Saat itu, dua orang musyrik cepat-cepat meminta perlindungan kepada Ummu Hani. Ali bin Abu Tholib berkeras ingin membunuh dua orang itu. Namun Rasulullah bersabda,

"Kami melindungi siapa pun yang engkau lindungi, wahai Ummu Hani."

Setelah itu beberapa penjahat besar yang paling keras memusuhi Islam diadili. Sebagian diampuni dan sebagian dihukum mati. Istri Ikrimah bin Abu Jahal menghadap Rasulullah dan meminta agar suaminya diampuni. Rasulullah mengabulkannya. Istri Ikrimah pun menjemput suaminya yang lari keYaman. Ikrimah kembali ke Mekah dan masuk Islam.

Miqyas bin Subabah dihukum mati. Miqyas pernah masuk Islam, namun ia kemudian membunuh seorang Anshor dan kembali murtad setelah bergabung dengan orang-orang musyrik.

Al Haris bin Nufail dihukum mati karena ia dulu sering kali menyiksa dan mengganggu Rasulullah.

Habbar bin Al Aswad diampuni. Ia dulu yang mengguncang unta Zainab, putri Rasulullah. Zainab yang saat itu sedang hamil, jatuh dan keguguran. Setelah masuk Islam,  Habbar menjadi seorang muslim yang taat.

Saat itu, muncullah kekhawatiran di kalangan orang Anshor. Salah seorang di antara mereka bertanya kepada saudara Anshornya,

"Apakah menurut kalian Rasulullah akan menetap di Mekah setelah Allah memberi kemenangan?"

Orang-orang yang ditanya saling bertatapan sedih. Mereka sungguh tak ingin hal itu terjadi. Ketika itu, Rasulullah sedang berdoa di Shafa sambil mengangkat kedua tangan. Begitu selesai, beliau segera menghampiri kerumunan Anshor dan bertanya,

"Apa yang kalian bicarakan?"

"Tidak ada apa-apa, wahaiRasulullah."

Namun, karena kekhawatiran yang terus membesar, akhirnya mereka menyampaikannya kepada Rasulullah. Beliau pun bersabda,

"Aku berlindung kepada Allah. Tempat hidupku adalah tempat hidup kalian dan tempat matiku adalah tempat mati kalian."


اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Menghancurkan Berhala-berhala lain

Penaklukan Mekah terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-8 Hijriyah. Allah memberikan kemenangan besar kepada kaum muslimin justru  pada saat mereka tengah menunaikan ibadah shaum. Lima hari sebelum Ramadhan berakhir.

Rasulullah mengirim Khalid bin Walid beserta 30 penunggang kuda untuk menghancurkan berhala-berhala Uzza di Nakhlah. Berhala ini milik Quraisy dan Bani Kinanah.

Khalid merobohkannya, kemudian kembali. Namun Rasulullah bertanya,

"Apakah engkau melihat sesuatu?"

"Tidak," jawab Khalid

"Kalau begitu, engkau belum benar-benar merobohkannya. Kembali lagi ke sana dan robohkan!" demikian sabda Rasulullah .

Dengan perasaan bergejolak, Khalid kembali sambil menghunus pedang. Namun, ketika sampai di tujuan, Khalid dihadang seorang wanita berkulit hitam tanpa baju yang menggeraikan rambut. Orang-orang menjerit melihat tingkah wanita. Khalid segera menebasnya sampai mati. Ketika ia kembali ke Mekkah, Rasulullah bersabda,

"Dulu aku mengira kalau-kalau Uzza akan disembah selama-lamanya di negeri kalian ini."

Selain itu Amr bin Ash juga diutus untuk menghancurkan berhala Suwa' milik Bani Hudhail di Ruhath.

Ketika Amir bin Ash tiba di sana, penjaga Suwa' bertanya,

"Apa maumu?"

"Aku diperintahkan Rasulullah untuk menghancurkan Suwa'

"Engkau tidak akan sanggup!" jawab penjaga sambil melotot.

"Mengapa?" tanya Amr bin Ash geram.

"Karena engkau akan dihalangi!" seru penjaga dengan yakin.

"Hingga detik ini, engkau masih juga berada dalam kebatilan!" seru Amr bin Ash gemas.

"Celakalah engkau. Apakah engkau pikir berhala itu bisa mendengar dan melihat?"

Kemudian Amr bin Ash menghancurkan Suwa' sampai berkeping-keping. Setelah itu, ia bertanya kepada penjaga,


"Bagaimana menurut pendapatmu?"

"Kalau begitu, aku pasrah kepada Allah", jawab penjaga.

Sa'ad bin Zaid beserta dua puluh pasukan diutus Rasulullah untuk menghancurkan Manat. Berhala itu dulunya milik suku Aus, Khazraj, Ghassan, dan lainnya. Di tempat itu juga muncul dukun wanita berkulit hitam yang bertelanjang sambil mengutuk Sa'ad. Sa'ad membunuhnya dan menghancurkan berhalanya.

Sungguh tak layak berhala disembah, karena Allah Maha Kaya. Dialah yang memiliki kerajaan bumi dan langit beserta bintang-bintang, bulan-bulan, asteroid-asteroid, komet-komet, dan segala yang ada di alam semesta ini

Ancaman Hawazin dan Tsaqif

Kini kaum Muhajirin sudah tenang. Mereka dapat kembali ke rumah mereka dan dapat berhubungan lagi dengan keluarga mereka di Mekah yang sekarang telah memeluk islam. Hati semua orang sudah yakin bahwa islam telah meraih kemenangan.

Namun setelah lima belas hari fathu mekah, tiba-tiba tersiar berita yang membuyarkan semua harapan perdamaian.

Kabilah Hawazin dan Tsaqif yang tinggal di pegunungan tidak jauh dari Mekah sudah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kaum Muslimin.

Pasukan Hawazin dipimpin oleh Malik bin Auf. Ia membawa serta semua harta, wanita, dan anak-anak. Seorang tua bijaksana yang sudah buta, Duraid bin Ash Shima bertanya,

"Mengapa sampai harus membawa wanita, harta, dan anak-anak?"

"Aku ingin setiap prajurit menjadi bersemangat karena tak ingin istri, anak, dan hartanya dirampas jika mereka kalah," jawab Malik bin Auf.

"Wahai Malik, tidak pantas engkau membawa penduduk Hawazin ini ke tengah pasukan. Bawalah mereka pulang dan bertahanlah di tempat kita tinggal yang aman dan terlindung. Setelah itu hadapilah orang-orang Muslim dengan pasukan inti. Jika engkau menang, keluarga dan hartamu tetap aman. Jika engkau kalah, setidaknya harta dan keluargamu tetap terlindung."

Namun Malik tidak mau mendengar suara bijak ini. Ia bahkan mengusir Duraid dan berkata,

"Aku tidak mau lagi nama Duraid bin Ash Shima disebut-sebut!"

Tanggal enam Syawal tahun 8 Hijriyah Rasulullah meninggalkan Mekah dengan 12 ribu pasukan termasuk 2 ribu orang Mekah yang memeluk Islam. Menjelang petang muncul seorang penunggang kuda ia melaporkan bahwa Hawazin membawa seluruh harta dan ternak mereka.

Rasulullah tersenyum dan bersabda,

"Itu adalah harta rampasan milik orang-orang muslim besok hari, jika Allah menghendaki.

Jumlah pasukan yang besar itu membuat sebagaian prajurit muslim berkata dengan bangga,

"Kali ini kita tidak mungkin bisa dikalahkan."

Sebuah pernyataan yang keliru dan mengakibatkan bencana.

Ketika Rasulullah mendengar gerakan musuh di Thaif,  beliau mengirim mata-mata yaitu seorang sahabat bernama Abdullah Bin Abu Hadrod al Aslamy. 

Abdullah melakukan pengintaian dan membenarkan persiapan musuh. Sebagai persiapan, Rasulullah meminjam 100 baju perang dan perangkat senjata kepada Sufyan bin Umayyah yang saat itu belum masuk Islam.


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Perang Hunain

Malam Rabu tanggal 10 Syawal pasukan muslim tiba di lembah Hunain. Namun diam-diam Malik bin Auf dan pasukannya sudah tiba lebih dulu di sana. Malik menyusupkan pasukannya di tengah kegelapan malam. Ia menyebarkan mereka di setiap jalan masuk ceruk tersembunyi dan celah celah bukit.

Selepas sholat subuh Rasulullah menyerahkan bendera dan membagi-bagikan tugas kepada setiap komandan. Setelah itu beliau memerintahkan agar pasukan muslim berangkat. 

Tiba-tiba saja di dalam keremangan subuh, serangan panah yang gencar dan serentak datang seperti hujan. Pasukan musuh membuka serangan, mereka menyerbu turun didahului oleh seorang laki-laki yang menunggang unta merah. Ia membawa Bendera Hitam di ujung tombak. Setiap kali menemui seorang muslim tombak itu dihantamkannya kuat-kuat.

Maka tanpa terkendalikan lagi pasukan muslim lari kocar-kacir. Perasaan takut dan gentar begitu kuat menghantui perasaan mereka, sehingga mereka lari tanpa menghiraukan teman-temannya lagi.

Abu Sufyan yang baru saja dikalahkan saat Fathu Makah, tersenyum sambil berkata,

"Mereka tidak berhenti lari sebelum sampai ke laut."

Beberapa orang Mekah yang baru masuk Islam seperti Suaiba bin Usman berkata,

"Sekarang aku dapat membalas Muhammad, dulu ia yang membunuh ayahku pada perang Uhud."

Kalada bin Hanbal berkata,

"Sekarang sihir Muhammad sudah tidak mempan lagi."

Rasulullah yang saat itu duduk di atas keledai putihnya menunjukkan ketabahan yang luar biasa. Ketika semua pengikutnya berlarian mundur,  beliau tetap di tempat ditemani beberapa sahabatnya. Beliau memanggil-manggil orang yang berlarian.

"Hai orang-orang, kamu mau kemana? Mau kemana? aku adalah Rasulullah! Aku adalah Muhammad bin Abdullah."

Namun orang-orang tidak peduli, sebab yang mereka pikirkan hanya menyelamatkan diri sendiri. Saat itu Abu Sufyan memegang tali kekang keledai dari Rasulullah dan Abbas memegangi pelananya agar keledai Rasulullah itu tidak melarikan diri karena ketakutan.

Rasulullah turun dari keledainya dan berdoa,

"Ya Allah turunkanlah Pertolonganmu."

Kemenangan

Selesai berdoa Rasulullah memerintahkan pamannya, Abbas, untuk memanggil para prajurit. Abbas adalah laki-laki bersuara lantang. Kemudian ia menyeru, 

"Manakah saudara-saudara Anshar yang telah memberi tempat dan pertolongan? Manakah saudara-saudara Muhajirin yang telah berikrar di bawah pohon? Kemarilah saudara-saudara. Rasulullah masih hidup!"

Di kemudian hari Abbas menuturkan pengalamannya itu,

"Demi Allah seakan-akan perasaan mereka saat mendengar teriakanku ini seperti perasaan seekor induk sapi terhadap anaknya."

Suara Abbas menggema berulang-ulang ke seluruh lembah. Terjadilah mukjizat Allah. Orang-orang Anshor yang diingatkan akan baiat Aqobah segera teringat pada sosok Rasulullah dan janji mereka untuk melindungi beliau.

Mendengar nama Rasulullah , orang-orang Muhajirin teringat bahwa mereka telah berjuang begitu bersusah-payah bersama beliau. Kehormatan mereka tersentuh sehingga dengan penuh semangat orang-orang Muhajirin dan Anshar berseru dari segala penjuru,

"Labbaik! Labbaik! Kami datang! Kami datang!"

Sekelompok pasukan muslim berdatangan ke tempat Rasulullah berada dan bertempur dengan dahsyat. Alangkah beratnya menahan serbuan musuh yang sudah di ambang kemenangan. Melihat para sahabatnya memberikan perlawanan sengit, dengan semangat yang makin melambung Rasulullah bersabda,

"Sekarang pertempuran benar-benar berkobar. Allah tidak menyalahi janji kepada Rasul-Nya"

Rasulullah menyebarkan segenggam kerikil pada musuh sambil bersabda,

"Wajah-wajah buruk!"

Tidak lama kemudian pasukan musuh terpukul berantakan. Mereka lari meninggalkan semua istri, anak, dan harta mereka. 70 musuh terbunuh. Sebanyak 6.000 tawanan, 22.000 unta, 40.000 kambing dan 4.000 uqiyah perak direbut kaum Muslimin.

Pasukan Muslim terus mengejar musuh sampai ke atas. Di tempat ini Hawazin dihancurkan sama sekali. Duraid si buta juga terbunuh. Malik bin Auf lari ke dalam kota Tha'if dan berlindung di sana.

Dalam perang Hunain ini Abu Sufyan sedang memegang tali kekang kuda Rasulullah . Ketika pasukan muslim kocar-kacir Abu Sufyan bersiap untuk syahid dengan tangan kanan menangkis serangan lawan dan tangan kiri memegang tali kekang.

Setelah pasukan muslim balik memukul, Rasulullah menatap Abu Sufyan berlama-lama seraya berkata,

"Oh saudaraku Abu Sufyan bin Harits..."

Mendengar Rasulullah mengatakan itu, Abu Sofyan menangis haru dan air matanya membasahi kaki Rasulullah .

Shallu 'alan Nabi...


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ مُحَمد

Perang Thaif

Saat itu turunlah Firman Allah

 

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ

Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah(mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. Surah At-Taubah (9:25)

 

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. Surah At-Taubah (9:26)

 

Pasukan muslim mengepung kota Tha'if. Mereka kemudian menyerang dengan manjaniq dan "thank". Thank ini berbentuk seperti rumah kura-kura yang besar. Para prajurit maju dan dengan sengaja berlindung di bawahnya untuk mengebor dinding. Namun musuh yang cerdik menuangkan besi panas hingga "thank" itu terbakar.

Pertempuran keras merebut benteng tidak berhasil. Rasulullah memakai cara lain. Beliau memerintahkan agar kebun kurma dan anggur Thaif yang terkenal itu dibakar dan ditebang. Namun, karena pihak musuh memohon agar beliau tidak melakukan itu. Rasulullah pun membatalkan perintahnya.

Beliau juga berkata kepada musuh,

"Siapa pun yang turun dari benteng dan datang ke sini maka dia bebas."

Maka 20 orang pun turun dan bergabung dengan pasukan muslimin. Dari merekalah Rasulullah mengetahui bahwa musuh mempunyai persediaan makanan yang cukup untuk bertempur berbulan-bulan. Karena itu beliau memutuskan untuk menarik mundur pasukannya.

Salah seorang sahabat berkata,

"Ya Rasulullah berdoalah bagi kemalangan orang-orang Bani Tsaqif di Thoif."

Namun Rasulullah yang bijak dan penyayang malah berdoa,

"Ya Allah berikanlah petunjuk kepada penduduk Tsaqif dan berkahilah mereka."

Karena pengepungan akan berlangsung lama, Naufal bin Muawiyah memberi saran kepada Rasulullah

"Wahai Rasulullah, mereka itu seperti serigala di dalam lubangnya. Apabila engkau terus menungguinya tentu akhirnya engkau dapat mengambilnya. Namun ia pun tidak seberapa berbahaya jika engkau tinggalkan.."

Mengembalikan Tawanan Thaif

Rasulullah dan para sahabatnya meninggalkan kota Thaif.

Di Ji'rona, mereka berhenti untuk membagikan harta rampasan dan para tawanan perang. Di antara para tawanan ada seorang wanita tua yang berkata kepada para sahabat,

"Kamu tahu bahwa aku masih saudara sesusuan dengan pemimpin kamu itu?" Setengah tidak percaya mereka membawa wanita itu ke hadapan Rasulullah .

Ternyata Rasulullah segera mengenalinya walau pun sudah begitu lama tidak bertemu dengan wanita itu. Dia adalah Syaimah binti Al Harist, Putri Halimah as-Sa'diyah, ibu susuan Rasulullah .

Rasulullah segera menghamparkan jubahnya, dan mempersilahkan Syaimah duduk di situ. Ketika beliau bertanya apakah dia ingin tinggal bersama beliau, Syaimah lebih memilih pulang kembali ke kabilahnya. Maka Rasulullah pun membebaskan Syaimah.

Setelah itu datanglah para Utusan dari Bani Hawazin. Mereka meminta agar Rasulullah memulangkan harta, wanita, dan anak-anak yang tertawan.

"Rasulullah, di antara para tawanan itu terdapat juga bibi-bibimu dari pihak ayah dan ibu-ibu yang dulu pernah memeliharamu. Jika sekiranya kami menyusui Haris bin Abi Syimr atau Nu'man bin Al Mundzir, kemudian ia datang melihat keadaan kami seperti yang kami alami sekarang ini, tentu kami manfaatkan dan kami mintai  belas kasihnya. Konon pula engkau yang sudah mendapat pengasuhan yang terbaik...."

Para utusan ini mengingatkan bahwa ketika kecil dulu Rasulullah pernah dirawat di lingkungan mereka. Hati Rasulullah yang penyayang amat terharu mendengarnya. Tahu berterimakasih dan mengingat budi orang lain sudah menjadi bawaan sifat Rasulullah . Beliau pun bertanya,

"Anak-anak dan istri-istri kamu ataukah harta kamu yang lebih kamu sukai."

"Rasulullah kami disuruh memilih antara harta dan sanak keluarga kami?" 

"Mengembalikan istri-istri dan anak-anak kami tentu lebih kami sukai."

Di hadapan pasukannya Rasulullah mengumumkan bahwa beliau dan keluarganya melepaskan anak-anak dan kaum wanita Hawazin. Melihat itu, serentak para sahabat pun segera melepaskan para tawanan dengan berkata,

"Apa yang ada pada kami, kami serahkan kepada Rasulullah."

Rasulullah akhirnya menaklukkan Tha'if dengan cara sederhana. Beliau menawarkan kepada Malik bin Auf untuk masuk Islam dan seluruh keluarga serta hartanya akan dikembalikan, ditambah 100 ekor unta. Akhirnya pemimpin pasukan musuh di Perang Hunain itu memeluk Islam di ikuti kaumnya.

Shallu 'alan Nabi...

 

Bersambung

BACA JUGA:
Sirah Nabawiyah Bagian 29




Sirah Nabawiyah TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment





Sirah Nabawiyah PILIHAN