20 Okt 2020
    Follow Us:  



Lokal

Dugaan Penganiayaan Warga Sidogedungbatu, Berikut Kronologinya!


Saniri di Kantor Polsek Sangkapura

Hadirnya Kepala Desa (Kades) sudah semestinya menjadi pengayom bagi warganya. Namun, beda halnya dengan H Supar yang merupakan Kades Sidogedungbatu, Sangkapura.

Supar harus berurusan dengan hukum dan aparat kepolisian lantaran dugaan pemukulan terhadap warganya sendiri.

Supar yang dilaporkan oleh korban Saniri(40) atas tuduhan pemukulan pada, Selasa (28/7/2020) lalu.

Terhadap Baweantoday.com Saniri menceritakan kronologis pemukulan dirinya yang terjadi pada Selasa (28/7) sekitar jam 10.00 WIB.

Kasus bermula saat korban hendak berangkat ke kampus untuk suatu urusan. Di perjalanan Saniri bertemu dengan pelaku yang seorang Kades.

"Saat itu saya hendak ke kampus. Tepat di pinggir jalan Pamona yaitu di Kedai Canai Pamona saya di panggil sama Kades. Kemudian saya ditanya terkait proyek. Saya jawab tidak tahu menahu." tuturnya.


"Kemudian Kades bilang juga ke saya agar tidak ikut campur urusan proyek Desa. Kemudian disitu saya jawab bahwa saya tidak pernah ada urusan dengan desa," ungkap Saniri.

Tidak puas dengan jawabannya akhirnya korban dipukul berkali-kali hingga mengalami memar kehitaman dan bengkak di pelipis mata sebelah kiri. Tidak hanya itu Kades yang sudah tersulut emosi sempat menantang korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.

Untungnya saat kejadian berlangsung warga yang kebetulan ada disekitar turut melerai kejadian tersebut.

Tidak terima diperlakukan seperti itu keesokan harinya korban langsung melapor ke Kantor Polsek Sangkapura yang kemudian juga melakukan visum di Puskesmas Sangkapura pada Rabu (29/7).

Selanjutnya, Kamis (20/8) Saniri harus kembali ke Kantor Polsek Sangkapura  guna pemeriksaan lebih lanjut.

Saniri mengakui bahwa dirinya merasa bingung terkait pemukulan yang dilakukan kades terhadapnya. Karena dia merasa tidak pernah berurusan dengan masalah-masalah Desa, apalagi masalah proyek.

"Pernah saya ketika papasan di jalan itu negor teman yang merupakan seorang perangkat desa. Saya bilang ke dia dengan nada bercanda kalau membangun jalan itu jangan setengah-setengah yang bagus sekalian, biar ga buang-buang uang rakyat. Apa mungkin gara-gara itu?," ungkap Saniri.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Aiptu Basuki Darianto membenarkan kejadian tersebut bahwa keduanya sudah kami periksa, yang selanjutnya kasus akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.




Lokal TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment