11 Jul 2020
    Follow Us:  



Travel

3 Perubahan Tren Liburan Setelah Pandemi Covid 19


Wisata pulau Gili Bawean

Kondisi pandemi ini ternyata juga bisa membawa perubahan tren liburan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir dan dinyatakan aman. Hal ini merupakan prediksi atau perkiraan yang akan terjadi setelah masa pandemi yang cukup mengubah gaya hidup masyarakat dunia. Masa pandemi ini memang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap berbagai macam sektor, salah satunya di sektor pariwisata.

BACA JUGA : Alternatif Liburan Seru Saat Pandemi Covid 19

Bahkan banyak juga tempat wisata yang terpaksa ditutup untuk menghentikan penyebaran virus Corona. Dengan begitu, banyak pula masyarakat yang gagal liburan serta membatalkan penerbangan mereka dan memilih berdiam diri di rumah bersama keluarga. Hal ini memang perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk membantu memutus rantai penyebaran virus Corona.

Perubahan Tren Liburan Setelah Pandemi Corona

Bukan tidak mungkin nanti setelah pandemi ini berakhir akan ada lebih banyak lagi turis yang datang ke Indonesia untuk travelling. Para penggemar travelling akan balas dendam setelah berbulan-bulan lamanya hanya bisa diam dan tidak pergi keluar kota atau luar negeri. Hal ini juga disebut dengan istilah revenge tourism, dan negara Indonesia bakal jadi salah satu tujuan utama bagi para turis.



Oleh sebab itu, mulai saat ini harus dilakukan perombakan dan perbaikan pada fasilitas tempat wisata untuk mempersiapkan adanya revenge tourism. Hal ini bisa jadi kesempatan bagus untuk pariwisata Indonesia yang lebih baik untuk para turis baik lokal maupun dari mancanegara. Namun, setelah pandemi ini berakhir bisa juga terjadi berbagai macam perubahan tren liburan seperti di bawah ini, antara lain:

  1. Kembali ke Wisata Autentik, Salah satu prediksi tren liburan setelah pandemi adalah tempat wisata autentik yang mungkin bakal dirindukan oleh para wisatawan. Wisata autentik yang dimaksud antara lain kebun binatang, museum nasional, hotel lokal nuansa tradisional, taman nasional dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa turis mungkin akan berlibur dan tinggal lebih lama di suatu kota/negara untuk menikmati suasana liburan atau travelling.
  2. Memilih Wisata yang Dekat,

    Dengan adanya pandemi Covid-19 yang cukup meresahkan banyak pihak hampir di seluruh dunia, bukan tidak mungkin masyarakat akan sedikit trauma. Setelah masa pandemi Covid-19 ini berakhir, tidak mungkin wisatawan akan langsung balas dendam dengan berlibur ke tempat yang jauh.

    Selain karena tidak semua pandemi berakhir di waktu yang sama, mereka juga belum berani mengambil risiko dengan travelling terlalu jauh. Fenomena atau tren liburan setelah pandemi yang satu ini disebut dengan slow tourism atau tidak bepergian terlalu jauh dari rumah.
  3. Travelling di Negara Sendiri,

    Selain slow tourism, ada juga tren domestic tourism yang artinya para turis melakukan travelling di dalam negeri. Hal ini juga berkaitan dengan waktu berakhirnya pandemi di setiap negara yang tidak pasti sama. Kemungkinan besar bagi negara yang sudah memutuskan membuka lockdown, masyarakat mereka beluM berani travelling ke luar negeri. Bahkan, mungkin juga belum berani ke luar kota yang padat dikunjungi turis.

    Misalnya di Indonesia, masyarakat Jawa Barat mungkin belum berani travelling ke Bali karena di sana ramai wisatawan dari berbagai negara. Pilihan terbaik dan aman yang bisa dilakukan adalah dengan mengunjungi tempat wisata di sekitar kota tempat tinggal masing-masing.
BACA JUGA : Situs Travelling Virtual yang Bisa Diakses di Masa Pandemi
Itulah beberapa prediksi perubahan tren liburan setelah pandemi Covid-19 ini berakhir. Sebelum itu, Anda pun tetap bisa melakukan berbagai macam aktivitas seru lainnya untuk mengisi liburan di rumah.




Travel TERBARU


Silahkan Buat akun atau Login untuk Berkomentar dari web!

0 Comment




Apakah Anda setuju jika Pulau Bawean menjadi kawasan pariwisata?



23.8%


76.2%

Total votes: 42
Vote



Travel PILIHAN